Kasus Pertamina Foundation, Bagian Manajemen Akan Diperiksa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kantor Pertamina Foundation saat penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri melakukan penggeledahan terkait kasus korupsi dana corporate social responsibility Pertamina sepanjang 2012-2014 di kawasan Simprug, Jakarta, 01 September 2015. Kerugian negara dalam korupsi ini sebesar RP 126 Milliar dari total nilai proyek Rp 256 Miliiar. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Suasana kantor Pertamina Foundation saat penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri melakukan penggeledahan terkait kasus korupsi dana corporate social responsibility Pertamina sepanjang 2012-2014 di kawasan Simprug, Jakarta, 01 September 2015. Kerugian negara dalam korupsi ini sebesar RP 126 Milliar dari total nilai proyek Rp 256 Miliiar. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI berencana memeriksa manajemen Bagian Keuangan PT Pertamina Persero terkait dengan kasus dugaan korupsi program corporate social responsibility (CSR) dengan Pertamina Foundation. “Rencananya, kami jadwalkan pekan ini,” tutur Kepala Bidang Analisis dan Evaluasi Bareskrim Komisaris Besar Hadi Ramdani di kantornya, Selasa, 23 Februari 2016.

    Hadi menjelaskan alasannya memeriksa Bagian Keuangan PT Pertamina. Pemeriksaan dilakukan untuk merinci anggaran program CSR Pohon Menabung Pertamina Foundation. Sebelumnya, penyidik menemukan dokumen fiktif yang diduga digunakan sebagai modus mencuri anggaran.

    Namun Hadi belum merinci kapan tepatnya saksi bakal diperiksa Bareskrim. Dia hanya memastikan pemeriksaan akan digelar pekan ini. Hasil pemeriksaan kemudian akan dicocokkan dengan bukti-bukti yang telah didapatkan polisi selama ini.

    Sebelumnya, Bareskrim memeriksa tersangka Nina Nurlina Pramono. Pemeriksaan dilakukan setelah dia ditetapkan sebagai tersangka. Seseorang bernama Akbar juga ditetapkan sebagai tersangka.

    Bareskrim menduga Nina sebagai inisiator program tersebut. Dugaan perhitungan kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 126 miliar. Program tersebut memanfaatkan anggaran CSR yang disalurkan PT Pertamina ke Pertamina Foundation.

    Polisi menduga masih ada tersangka lain selain Nina dan Akbar. Ini karena polisi menemukan banyaknya relawan fiktif dalam program tersebut. Bahkan mereka mengatasnamakan petani dan pegiat lembaga swadaya masyarakat.

    AVIT HIDAYAT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?