Sampah Plastik Cirebon Per Hari Hingga 500 Kg

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konsumen membeli kantong kain pakai ulang saat belanja di Superindo, Bandung, 21 Februari 2016. Bandung menjadi kota pertama yang memiliki Perda terkait pengurangan sampah plastik dan telah menjalankan Program Kantong Plastik Tidak Gratis di Indonesia. TEMPO/Prima Mulia

    Konsumen membeli kantong kain pakai ulang saat belanja di Superindo, Bandung, 21 Februari 2016. Bandung menjadi kota pertama yang memiliki Perda terkait pengurangan sampah plastik dan telah menjalankan Program Kantong Plastik Tidak Gratis di Indonesia. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Cirebon -Sedikitnya 500 kg sampah plastik dihasilkan setiap harinya dari warga Kota Cirebon. Program zero waste pun dicanangkan dinas kebersihan setempat tahun ini.

    Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cirebon, Taufan Bharata, Selasa 23 Februari 2016. “Setiap harinya ada 500 kg sampah plastik yang dibuang warga Kota Cirebon,” kata Taufan. Sampah plastik tersebut merupakan plastik berbagai jenis dan ukuran.

    Sejak Januari lalu pihaknya telah memisahkan sampah plastik dengan sampah lainnya. “Petugas kami sendiri yang melakukan pemisahan tersebut,” kata Taufan.

    Saat mengangkat sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) ke atas truk, petugasnya pun sudah melakukan pemisahan mana sampah plastik dan non plastik. Bahkan di kantornya pun saat ini ada petugas yang khusus memisahkan sampah plastik dan non plastik.

    Setelah dilakukan pemilahan tersebut maka diketahui jika setiap harinya ada 500 kg sampah plastik yang dihasilkan oleh warga Kota Cirebon. “Tapi sebenarnya kami masih membutuhkan orang yang khusus untuk memilah sampah plastik dan non plastik,” kata Taufan. Ini berarti sebenarnya masih ada sampah plastik lainnya yang belum bisa terpilah karena keterbatasan orang.

    Dengan pemilahan sampah plastik dan non plastik yang sudah mereka lakukan saat ini Taufan berharap bisa mengurangi limbah sampah plastik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). “Juga untuk mendukung program pemerintah mengurangi sampah plastik,” kata Taufan. Namun itu pun menurut Taufan masih belum cukup.

    Karenanya mulai tahun ini pihaknya akan melakukan program zero waste di tingkat RW yang ada di Kota Cirebon. Sosialisasi program tersebut akan mulai dilakukan pada April mendatang. “Sosialisasi kami lakukan mulai April hingga Agustus mendatang,” kata Taufan.

    Nantinya mereka akan mendatangi tiap RW yang ada di Kota Cirebon dan mengajarkan masyarakat bagaimana cara memilah sampah serta memanfaatkan sampah yang dihasilkan di lingkungan mereka sendiri. Selain itu masyarakat pun turut diajarkan bagaimana cara meningkatkan nilai dari sampah yang mereka hasilkan diantaranya dengan mengadakan program bank sampah.

    Dengan program zero waste diharapkan pengelolaan sampah bisa selesai di tingkat RW. Selain itu Taufan pun berharap bisa memperpanjang umur tempat pembuangan akhir (TPA) Kopilihur yang ada di Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

    Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPA Kopiluhur, Otang Somantri, mengungkapkan jika setiap harinya sampah yang dibuang ke TPA Kopiluhur mencapai 700 m3. Dengan luas areal 14,2 hektar, maka umur TPA Kopiluhur pun dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.