Saksi: Salah Tangkap 3 Anggota KPK oleh Polisi Sangat Cepat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guru Besar dari beberapa perguruan tinggi memberikan pensil raksasa pada pimpinan KPK sebagai simbol penolakan revisi UU KPK di gedung KPK, Jakarta, 19 Februari 2016. Tempo/Vindry Florentin

    Guru Besar dari beberapa perguruan tinggi memberikan pensil raksasa pada pimpinan KPK sebagai simbol penolakan revisi UU KPK di gedung KPK, Jakarta, 19 Februari 2016. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Saksi mata peristiwa salah tangkap kepolisian terhadap tiga orang anggota Komisi Pemberantasan Korupsi yang terjadi di Mangga Dua menuturkan penangkapan berlangsung cepat. Penangkapan tersebut berlokasi di halaman parkir Indomaret di kawasan pusat perbelanjaan Harco Mangga Dua.

    Lestari, 63 tahun, pemilik warung makan di seberang lokasi mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Ia yang kala itu sedang melayani pembeli melihat keramaian di depan Indomaret. Beberapa polisi terlihat mengenakan seragam resmi dan menenteng senjata laras panjang. "Saya enggak perhatiin bener, soalnya di sini juga rame (pembeli). Pokoknya saya liat ada orang-orang disuruh keluar dari mobil, kaya diperiksa gitu," kata Lestari saat ditemui Tempo di warungnya, Selasa, 23 Februari 2016.

    Ia menambahkan tidak lama setelah itu, polisi memasukkan orang-orang tersebut, yang belakangan diketahui pegawai KPK, ke dalam mobil dan membawanya pergi.

    Adi, 25 tahun, pelayan Kedai Kuliner yang terletak di samping lokasi kejadian mengatakan mulanya ia tidak menyadari bahwa sedang terjadi penangkapan. Kerumunan polisi yang ada dipikirnya sedang mengawal pejabat.

    Ia melihat polisi datang sekitar pukul 13.00 mengenakan sebuah mobil berjenis mini bus. Mobil tersebut terparkir di depan rumah makan tempat ia bekerja. Tidak ada suara gaduh saat penangkapan terjadi seperti suara bentakan atau teriakan semacam penggerebekan penjahat lainnya. "Tenang aja suasananya, enggak berisik. Saya malah baru sadar ada penangkapan," tuturnya.

    Menurut Adi penangkapan tidak berlangsung lama. Dari saat ada keramaian karena tindakan polisi dan warga yang melihat, hingga suasana normal seperti biasa hanya berlangsung sekitar satu jam.

    Fatimah petugas kasir Indomaret yang bertugas kemarin mengatakan ia pun mulanya tidak menyadari bahwa ada penangkapan terjadi. Ia baru tahu saat seorang pelanggan menceritakannya. Menurut Fatimah dari dalam toko ia memang melihat seorang polisi berseragam resmi dan bersenjata berjaga di depan mini market tempatnya bekerja. "Saya tahunya gitu aja, malah saya dengernya ditangkap karena narkoba," ucapnya.

    Senada dengan Adi, kata Fatimah, tidak terdengar suara gaduh saat polisi menangkap tiga orang tersebut. Dari awal peristiwa hingga kondisi kembali seperti semual, menurut Fatimah tidak berlangsung lama. "Jam tigaan sudah sepi lagi," ucapnya.

    Tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ditangkap polisi pada Senin siang, 22 Februari 2016, di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara. Mereka lalu dibawa ke Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal mengatakan mereka sempat ditangkap karena terlihat di sekitar kantor Samsat Jakarta Utara beberapa hari ini. "Mobil mereka bolak-balik, sudah 2-3 hari di sana," kata Iqbal kemarin.

    Juru bicara KPK Yuyuk Andriyanti, membenarkan penangkapan tiga pegawai KPK oleh Kepolisian Resor Jakarta Utara. Penangkapan tersebut terjadi karena salah paham.

    "Benar tiga orang tersebut anggota KPK yang sedang melakukan kegiatan tertutup di sekitar Samsat Jakarta Utara," ucapnya. Yuyuk mengatakan ketiga pegawai tersebut berasal dari bagian pengumpulan informasi. Mereka tengah melakukan kegiatan tertutup ketika ditangkap. Ia tak menjelaskan maksud dari kegiatan tertutup itu.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.