Kebanjiran, Pasuruan Tak Berwenang Normalisasi Sungai Welang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ilustrasi banjir. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.COSidoarjo - Pemerintah Kabupaten/Kota Pasuruan menyatakan tak bisa berbuat apa-apa terhadap Sungai Welang yang luapan airnya membanjiri belasan kelurahan dan melumpuhkan jalur Surabaya-Probolinggo, Sabtu pekan lalu hingga Senin, 20-22 Februari 2016. “Itu kewenangan pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Timur,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana, Selasa, 22 Februari 2016. 

    Pernyataan serupa diungkapkan Sekretaris BPBD Kota Pasuruan Gangsar Sulistyarso. "Itulah masalahnya, wewenang ada di pemprov dan pemerintah pusat."

    Aliran Sungai Welang ke arah barat di wilayah Sidoarjo menjadi wewenang Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Adapun aliran Sungai Welang ke timur yang masuk wilayah Kabupaten Probolinggo adalah wewenang Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Gembong-Pekalen di bawah Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Provinsi Jawa Timur.

    Apalagi, Pasuruan tidak punya anggaran untuk menormalkan kali. "Kami sudah tanyakan, tahun ini tidak ada anggaran untuk normalisasi," ujar Bakti kepada Tempo. Sehingga, saat Sungai Welang meluap, Pasuruan hanya bisa menangani banjir.

    Bakti dan Gangsar mengatakan banjir di daerahnya terjadi akibat pendangkalan sungai, intensitas hujan di hulu tinggi, serta air laut pasang. Pada Sabtu malam, banjir disebabkan oleh kiriman air dari hulu. Adapun banjir pada Ahad, selain kiriman air dari hulu, disebabkan oleh air pasang disertai hujan deras dari pagi hingga malam.

    Akibat peristiwa itu, tak kurang 10 kelurahan di tiga kecamatan di Kota Pasuruan dan tiga desa di Kabupaten Pasuruan terendam air dari ketinggian 2,8 meter hingga 1,2 meter. Selain itu, banjir menyebabkan Jalan Raya Tambakrejo yang menghubungkan jalur Probolinggo-Surabaya ditutup dan dialihkan ke arah Pandaan dan Purwosari.

    Dari pantaun Tempo di lokasi, Jalan Raya Tambak Rejo sepanjang 200 meter yang sempat terendam air setinggi 1 meter itu sudah kembali dibuka. Banjir yang merendam ribuan rumah warga di dua daerah itu juga sudah surut. Meski begitu, sebagian rumah warga masih tergenang air setinggi 30 sentimeter seperti terlihat di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kota Pasuruan Ajun Komisaris Endro Aprianto mengatakan jalur Probolinggo-Pasuruan sudah dibuka sejak Senin pagi kemarin. Penutupan dilakukan dua kali, yakni pada Sabtu pukul 22.00-Ahad pukul 03.00 dan Ahad pukul 22.00-Senin pukul 04.15. "Dialihkan karena tergenang air di atas lutut orang dewasa." 

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.