Sabtu, 24 Februari 2018

Istana Belum Bahas Opsi Penarikan UU KPK dari Prolegnas  

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 23 Februari 2016 13:25 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istana Belum Bahas Opsi Penarikan UU KPK dari Prolegnas  

    Sejumlah massa dari Koalisi Masyarakat Sipil dan Seniman berunjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, 17 Februari 2016. Dalam aksinya, mereka mendesak Presiden Joko Widodo untuk menolak pembahasan Revisi UU KPK bersama dengan DPR dan menariknya dalam prolegnas 2015-2019. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan Presiden Joko Widodo belum membahas opsi pencabutan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi dari daftar Prolegnas 2016. "Belum ada pembicaraan ke situ," katanya di kompleks Istana, Selasa, 23 Februari 2016.

    Hanura: Jokowi Bilang Revisi UU KPK Tetap Diperlukan

    Pratikno mengatakan sejauh ini pemerintah dan DPR sepakat tidak membahas revisi UU KPK saat ini. Menurut dia, pemerintah akan mendengar lebih banyak masukan dari masyarakat dan melakukan sosialisasi empat butir usul revisi kepada masyarakat. "Jadi dijelaskan kepada masyarakat, kalaupun kesepakatan empat butir itu untuk memperkuat KPK," ucapnya.

    Pemerintah dan DPR, kata dia, tidak menetapkan batas waktu sosialisasi dan kapan revisi akan kembali dibahas. Menurut dia, dalam rapat konsultasi antara DPR dan pemerintah kemarin juga tidak dibahas soal batas waktu.

    BACA: Revisi UU KPK, Ketua DPR Kumpulkan Seluruh Fraksi

    Kemarin, setelah mengadakan rapat konsultasi, Presiden Joko Widodo dan DPR sepakat menunda revisi UU KPK. Jokowi mengatakan revisi tidak perlu dibahas saat ini karena masih dibutuhkan waktu untuk mematangkan rencana revisi UU KPK. Tapi revisi UU KPK masih masuk Prolegnas tahun ini. 

    Sambil menunggu revisi, pemerintah dan DPR akan mengundang pihak-pihak yang menentang revisi untuk sosialisasi. Dalam sosialisasi melalui dialog, kata dia, pihak-pihak yang masih menentang akan diberi penjelasan oleh pemerintah dan DPR bahwa revisi tidak akan melemahkan KPK.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.