Solo Belum Punya Los Pasar Khusus Daging dan Ikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang sayuran di Pasar Gede, Solo, nyawer untuk disumbangkan ke KPK di salah satu los di Pasar Gede, (2/7). Aksi ini merupakan salah satu bentuk dukungan para pedagang pasar tradisional di Solo untuk membatu KPK pembangunan gedung KPK. Tempo/Andry Prasetyo

    Pedagang sayuran di Pasar Gede, Solo, nyawer untuk disumbangkan ke KPK di salah satu los di Pasar Gede, (2/7). Aksi ini merupakan salah satu bentuk dukungan para pedagang pasar tradisional di Solo untuk membatu KPK pembangunan gedung KPK. Tempo/Andry Prasetyo

    TEMPO.COSurakarta - Mayoritas pasar tradisional yang ada di Surakarta hingga kini belum memiliki zona khusus untuk berjualan daging dan ikan. Para pedagang yang berjualan daging dan ikan masih bercampur dengan pedagang lain.

    "Kondisi ini memang tidak ideal," kata Kepala Dinas Pengelola Pasar Kota Surakarta Subagyo, Senin, 22 Februari 2016. Sebab, barang dagangan berupa daging dan ikan basah seharusnya ditempatkan terpisah.

    Alasannya, daging dan ikan rentan terkena bakteri dan mikroorganisme. "Sehingga perlu tempat khusus agar lebih hiegenis," ujar Subagyo. Selain itu, daging yang diletakkan di tempat terbuka lebih mudah dihinggapi lalat. Komoditas daging dan ikan juga memerlukan tempat khusus untuk mencegah bau anyir menyebar ke seluruh pasar.

    Hingga saat ini, baru 8 dari 44 pasar tradisional yang ada di Kota Surakarta telah memiliki ruang khusus untuk berjualan daging. "Paling besar di Pasar Legi, Pasar Gede, dan Pasar Nusukan," tutur Subagyo.

    Rencananya, Dinas Pengelola Pasar akan membangun zona khusus daging dan ikan di sejumlah pasar tradisional. "Akan dibangun secara bertahap," ucapnya. Sebab, dibutuhkan anggaran cukup besar untuk membangunnya.

    Zona khusus itu memerlukan sistem drainase yang cukup lengkap. "Pedagang harus bisa mengakses air bersih secara mudah," katanya. Lapak yang digunakan pedagang harus terbuat dari logam agar mudah dibersihkan.

    Tahun ini, Subagyo berencana membangun zona khusus daging dan ikan di dua pasar tradisional. "Di pasar Kadipolo dan Pasar Jongke," ujarnya. Sebab, jumlah pedagang daging dan ikan di dua pasar tersebut cukup banyak. "Di Kadipolo mencapai 40 pedagang."

    Pembangunan zona khusus di dua pasar itu akan menelan anggaran hingga Rp 500 juta. "Kami memiliki anggaran melalui dana alokasi khusus dari pemerintah pusat," tuturnya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.