Program Ridwan Kamil: Wajib Ngaji dan Family Help Family  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil memberi sambutan saat peresmian jalur pedestrian di area factory outlet Jalan RE Martadinata, Bandung, 28 Desember 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Ridwan Kamil memberi sambutan saat peresmian jalur pedestrian di area factory outlet Jalan RE Martadinata, Bandung, 28 Desember 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, Pemerintah Kota Bandung akan meluncurkan tiga program sosial baru dalam waktu dekat ini. Program yang pertama adalah Maghrib Mengaji. Program ini akan mewajibkan anak-anak muslim mengaji setelah salat Maghrib.

    "Sedang didistribusikan relawan guru mengaji di masjid yang akan menerima. Kalau siap kita akan mulai. Jadi anak-anak yang muslim ba'da maghrib sampai isya harus ke masjid untuk mengaji dan tidak berkeliaran di luar rumah dengan kegiatan yang tidak jelas," kata Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Senin, 22 Februari 2016.

    Program selanjutnya bernama Ayo Membayar Zakat. Menurut alumnus University Of California, Berkeley, Amerika Serikat ini, potensi zakat di Kota Bandung cukup tinggi. "Potensi zakat di Kota Bandung masih sangat besar, sehingga bisa membantu problem-problem sosial," tuturnya.

    Yang terakhir bernama program Family Help Family. Program ini akan mendata terlebih dahulu jumlah keluarga miskin dan keluarga kaya di Kota Bandung. Sehingga, lanjutnya, keluarga kaya akan membantu perekonomian keluarga miskin. "Misalnya, 60 ribu keluarga miskin di Bandung akan dicarikan keluarga yang mampu. Mereka akan mengurusi anaknya, ibunya, bapaknya," katanya.

    Alasan Ridwan Kamil menggunakan bahasa Inggris pada program ini dikarenakan banyak pula keluarga kaya dari luar negeri yang ingin memberikan bantuan kepada keluarga miskin di Kota Bandung. "Banyak orang baik yang curhat kebingungan menyalurkan kebaikan. Saya bikin sistemnya saja," tuturnya.

    Untuk kriteria keluarga miskin, Ridwan Kamil akan mengambil data dari penerima Raskin. "Orang yang curhat tidak hanya orang Indonesia, orang kaya luar negeri juga mau membantu, tapi susah, saya tidak punya data base. Makanya kita siapkan Family Help Family untuk mengawinkan keluarga yang mampu untuk menolong keluarga yang tidak mampu," bebernya.

    Bantuan yang akan diberikan tidak melulu berbentuk uang. Donatur bisa saja memberikan akses kerja kepada kepala keluarga. "Ibunya dikasih modal usaha, bapaknya disuruh kerja anaknya diberi beasiswa," tandasnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.