Jika Jadi Ketum Golkar, Begini Janji Setya Novanto  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto keluar ruangan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus rekaman PT Freeport Indonesia di Kejaksaan Agung, Jakarta, 4 Februari 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto keluar ruangan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus rekaman PT Freeport Indonesia di Kejaksaan Agung, Jakarta, 4 Februari 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Surabaya - Calon Ketua Umum Partai Golkar (PG), Setya Novanto, mengaku siap merapatkan dukungan ke pemerintahan Joko Widodo jika terpilih kembali sebagai ketua umum dalam Musyawarah Nasional (Munas) Golkar mendatang.

    Menurut dia, dukungan terhadap pemerintah merupakan cara untuk menyatukan kepentingan partai. "Yang pasti saya akan mendukung pemerintah kalau terpilih. Saya siap bekerja sama dengan pemerintah," katanya seusai sosialisasi pencalonannya bersama DPD I dan DPD II Partai Golkar se-Jawa Timur di Hotel Sheraton Surabaya, Senin, 22 Februari 2016.

    Setya Novanto tak menampik, selama ini Golkar selalu berada di dalam pemerintahan. Partai berlambang pohon beringin itu pun tak terbiasa berada di luar pemerintahan.”Saya akan melakukan semuanya untuk menyatukan kepentingan partai. Saya harap, semua kader yang terpilih nanti juga seperti itu.”

    Selain itu, ia berjanji bakal merangkul seluruh calon ketua jika terpilih. Begitu pula sebaliknya. Ia berjanji turut mendukung dan menyukseskan kepengurusan baru. "Idrus Marham itu sahabat saya. Kita semua seperti saudara. Jadi siapa pun yang jadi, nanti didukung dan dirangkul," kata Setya.

    Saat ini beberapa kader Partai Golkar ditengarai bakal mencalonkan diri sebagai ketua umum dalam munas mendatang. Selain Setya, kader yang siap maju ialah Idrus Marham, Aziz Syamsudin, Priyo Budi Santoso, dan Ade Komaruddin. Bahkan Idrus Marham telah menggelar pertemuan dengan pengurus DPD I dan DPP II se-Jawa Timur di Surabaya, Jumat pekan lalu.

    Setya berharap, Munas Golkar kali ini dapat mempersatukan kembali seluruh elemen partai. Ia mengakui, dualisme kepengurusan yang terjadi antara kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono telah memecah belah partai hingga ke akar rumput di daerah.

    Janji lain, ia siap mengundurkan diri sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR jika terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2016-2021. Kasus “Papa Minta Saham” PT Freeport, kata dia, tak berpengaruh pada pencalonannya kelak. Setya menegaskan, ia dan Kapolri tidak terlibat.


    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.