Gerhana Matahari, Dulu Penduduk Bangka Pukul Lesung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita melihat proses Gerhana Matahari Total dengan mengenakan kacamata dan kaca di Budapest, Hungaria, 20 Maret 2015. REUTERS

    Seorang wanita melihat proses Gerhana Matahari Total dengan mengenakan kacamata dan kaca di Budapest, Hungaria, 20 Maret 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Bangka Tengah - Fenomena alam langka gerhana matahari total (GMT) dapat terlihat di sepanjang pantai Desa Terentang, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, 9 Maret 2016.

    Beragam agenda kegiatan sudah disiapkan menyambut fenomena alam ini. Di tengah hiruk-pikuk keramaian menyambut GMT, siapa sangka dulu fenomena alam ini membuat masyarakat Bangka sangat ketakutan.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Tengah Zaidi mengatakan dulu banyak masyarakat tidak tahu fenomena gerhana matahari sehingga menimbulkan ketakutan dan membuat masyarakat bersembunyi menghindari fenomena ini. (Baca juga: PT Pos Buat Perangko Khusus Menyambut Gerhana Matahari Total)

    "Dulu sebagian sembunyi karena takut. Sebagian lagi membunyikan sesuatu agar menimbulkan suara keras. Salah satu yang dipukul-pukul itu adalah lesung, alat untuk menumbuk padi," ujar Zaidi kepada Tempo, Senin, 22 Februari 2016.

    Menurut Zaidi, ketakutan yang dulu hinggap di masyarakat kini berangsur hilang karena pemahaman masyarakat terhadap fenomena alam gerhana matahari sudah lebih baik.

    "Orang tua dari masa generasi dulu itu, sekarang malah menunggu terjadinya GMT. Kami akui mungkin pengetahuan mereka masih minim dan banyak yang tidak tahu. Karena kejadian ini langka, kami berikan pengetahuan," tuturnya. (Baca juga: Menteri Arief: Gerhana Matahari Punya Magnet Wisata Tinggi)

    Zaidi mengatakan banyak rangkaian kegiatan menyambut terjadinya GMT di Bangka Tengah, yang akan dilangsungkan pada 6-9 Maret 2016. Momen GMT di Bangka Tengah dapat disaksikan selama 2 menit 8 detik.  "Kami utamakan mengangkat budaya lokal dalam menyambut GMT," ucapnya.

    Dia menuturkan pemerintah menyiapkan anggaran hampir Rp 2 miliar. Nantinya, masyarakat bisa menyaksikan di sepanjang pantai di Desa Terentang. Zaidi berujar, fenomena GMT diharapkan menjadi pintu gerbang masuknya pariwisata di Kabupaten Bangka Tengah dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. "Banyak pendukung pariwisata yang bisa kami tunjukkan," ujarnya.

    SERVIO MARANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.