Perhimpunan InTi Sukabumi Akan Bangun Kemandirian Ekonomi  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Titih Sugandi (bawah kiri) menerima ucapan selamat dari Ketua Umum InTi Pusat Rachman Hakim (bawah kanan) usai dilantik sebagai Ketua InTi Kota Sukabumi, di hotel Horison, kota Sukabumi, Minggu, 21 Februari 2016. Tim pengurus InTi Kota Sukabumi berdiri di barisan belakang.

    Titih Sugandi (bawah kiri) menerima ucapan selamat dari Ketua Umum InTi Pusat Rachman Hakim (bawah kanan) usai dilantik sebagai Ketua InTi Kota Sukabumi, di hotel Horison, kota Sukabumi, Minggu, 21 Februari 2016. Tim pengurus InTi Kota Sukabumi berdiri di barisan belakang.

    INFO NASIONAL -Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (InTi) Kota Sukabumi Titih Sugandi menyatakan, perhimpunannya berkontribusi maksimal membangun dan memberdayakan masyarakat melalui kegiatan kemandirian ekonomi, sosial, dan budaya. “Untuk mewujudkannya, kami akan membuat program-program inovatif bagi masyarakat,” kata Titih setelah dilantik sebagai Ketua InTi di Hotel Horison, Sukabumi, Minggu, 21 Februari 2016.

    “Salah satu program tersebut ialah Inti Kota Sukabumi harus memiliki gedung seketariat sebagai sarana mengembangkan kegiatan organisasi. Kemudian membangun museum sebagai tempat untuk menyimpan dokumentasi tokoh sejarah pendiri Kota Sukabumi, membangun perekonomian melalui bidang usaha dan koperasi, mengembangkan budaya Tionghoa ke sekolah-sekolah dengan mengajarkan bahasa Mandarin, memberikan beasiswa bagi warga tidak mampu, dan membangun krematorium,” ujarnya.

    Krematorium sangat dibutuhkan. Sebab, selama ini, prosesi pembakaran mayat dilakukan di Jakarta. “Saya percaya, dengan niat tulus, akan banyak orang dari etnis Tionghoa yang siap membantu, baik moril maupun materiil, untuk mewujukan program-program mulia itu,” tutur Titih.

    Perhimpunan InTi Jawa Barat, pada kesempatan itu, melantik dua pengurus daerah baru, yakni InTi Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi. “Dengan pelantikan dua pengurus daerah, diharapkan tumbuh networking yang bagus antara pengurus InTi di pusat dan daerah. Apalagi pertumbuhan ekonomi daerah semakin baik. Karenanya, hubungan perdagangan antardaerah pun harus ditingkatkan dengan saling memberikan informasi komoditas di setiap daerah. Jika hubungan perdagangan antardaerah kuat, kita bisa menahan laju serbuan barang impor,” Ketua Perhimpunan InTi Jabar Dedi Widjaya.

    Sementara itu, Fandi Lunadi, Ketua INTI Kabupaten Sukabumi, menyatakan akan mengajak seluruh anak bangsa membangun Indonesia secara bersama-sama untuk meningkatkan harkat dan matabat bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia.

    Dewan Pakar Perhimpunan InTi Jawa Barat, yang juga Ketua KADIN Jawa Barat, Agung Sutrisno berujar, terbentuknya pengurus InTi Kota/Kabupaten Sukabumi dengan salah satu programnya, yaitu pemberdayaan ekonomi, adalah langkah yang tepat di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

    Ketua Umum Perhimpunan InTi Pusat Rachman Hakim menyatakan sudah seyogyanya setiap perwakilan InTi di daerah berperan aktif mengatasi masalah sosial di masyarakat, seperti berpartisipasi mensejahterakan rakyat melalui berbagai program kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan. “Dengan melakukan itu, berarti kita turut membangun soliditas dan harmonisasi di negara demokrasi yang tercinta ini,” katanya di acara yang sama.

    Saat ini Perhimpunan InTi memiliki 80 cabang di 20 provinsi, kota, kabupaten, hingga kecamatan. Menurut Rachman, perhimpunan InTi harus menjadi wadah pembinaan kader anak bangsa yang tangguh, baik dalam kepemimpinan maupun organisasi yang berfokus untuk membangun Indonesia yang mandiri dan sejahtera. “InTi Pusat siap membantu menyukseskan progam-program ekonomi, sosial, dan budaya di daerah,” ucapnya.

    Acara pelantikan pengurus InTi Kota/Kabupaten Sukabumi dirangkai dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2567. Dalam perayaan yang mengundang 600 warga setempat itu, InTi Sukabumi menggelar makan bersama, menampilkan seni bela diri kungfu, tari-tarian, hingga penampilan Barongsai. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.