70 Titik Tanggul di Indramayu Kritis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menggunakan tali pengaman menyebrangi arus banjir yang deras di kawasan Pamanukan, Subang, Jawa Barat (20/1). Kepolisian Subang menetapkan status siaga 1 atas peristiwa banjir yang melanda sejak tiga hari kemarin, akibat meluapnya sungai Cipunagara dan jebolnya tanggul Cigadung Desa Mariuk yang merendam 11 Kecamatan di kabupaten subang. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sejumlah warga menggunakan tali pengaman menyebrangi arus banjir yang deras di kawasan Pamanukan, Subang, Jawa Barat (20/1). Kepolisian Subang menetapkan status siaga 1 atas peristiwa banjir yang melanda sejak tiga hari kemarin, akibat meluapnya sungai Cipunagara dan jebolnya tanggul Cigadung Desa Mariuk yang merendam 11 Kecamatan di kabupaten subang. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Indramayu - Sebanyak 70 titik tanggul yang tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Indramayu saat ini kondisinya kritis. Ancaman banjir pun akan terus mengintai jika tidaks egera diperbaiki.

    Kepala PSDA dan Tamben Kabupaten Indramayu, Suwenda Asmita, Senin 22 Februari 2016 mengatakan jika tanggul yang paling parah ada di Desa Saradan. “Tanggul di Desa Saradan sudah jebol sepanjang lebih kurang 10 meter,” kata Suwenda, Senin, 22 Februari 2016.

    Jika tidak segera ditangani dengan serius, maka tanggul tersebut bisa jebol saat air sungai meluap jika hujan deras turun. Bahkan jebolnya tanggul tersebut bisa merendam satu kecamatan.

    Tidak hanya tanggul di Desa Saradan, tanggul lainnya pun saat ini kondisinya sudah kritis. Yaitu tanggul di Blok Cilengkon di Desa Pilangsari Kecamatan Jatibarang dan tanggul di Desa Tempel, Kecamatan Lelea. Selain itu juga tanggul Sungai Cipanas di Desa Rajaiyang di Kecamatan Terisi dan tanggul di Desa Santing Kecamatan Losarang. Ditambah lagi tanggul Kali Pangkalan di Desa Pangkalan Kecamatan Losarang.

    “Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk Cisanggarung untuk segera memperbaiki tanggul-tanggul yang kritis tersebut,” kata Suwenda. Karena tanggul-tanggul tersebut kewenangannya ada di BBWS Cimanuk Cisanggarung. Suwenda pun menambahkan, pascabanjir besar pada 2014 lalu pihaknya sebenarnya sudah mengusulkan perbaikan 130 titik tanggul. Dari jumlah tersebut saat ini BBWS telah menangani sekitar 40 persen. “Sisanya diharapkan tahun ini,” kata Suwenda.

    Selain tanggul yang kritis, beberapa anak sungai pun harus segera dinormalisasi. Kewenangan anak sungai tersebut ada di BBWS Citarum. Diantaranya adalah Kali Masetan di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra. Juga Kali Bugel di Desa Bugel, Kali Legok di Kecamatan Patrol, Bendung Kali Beji Eretan Kulon di Desa Kertawinangun, Kali Glodog di Kecamatan Kandanghaur dan Kali Cilet di Kecamatan Kandanghaur.

    Sementara itu Sekretaris Dinas PSDA Tamben Kabupaten Indramayu, Dikdik Sudikna, menambahkan jika banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu diantaranya juga disebabkan kritisnya tanggul-tanggul tersebut. “Kami pun telah mengajukan perbaikan tanggul-tanggul yang menjadi kewenangan pemerintah pusat tersebut,” kata Dikdik.

    Bahkan Dikdik pun telah mengundang BBWS Cimanuk Cisanggarung dan BBWS Citarum untuk penanganannya. Namun Dikdik mengaku sekalipun ada kekhawatiran dengan kondisi tanggul yang kritis, tetapi diyakini dengan adanya Waduk Jatigede bisa membuat banjir tidak separah tahun lalu.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.