Wakil Ketua MPR: Cap Go Meh Perwujudan Empat Pilar

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR: Cap Go Meh Perwujudan Empat Pilar

    Wakil Ketua MPR: Cap Go Meh Perwujudan Empat Pilar

    INFO MPR - Indonesia memiliki keragaman dan kebhinekaan yang tiada duanya. Masyarakat Kota Pontianak khususnya dan Kalimantan Barat pada umumnya pada Senin, 22 Februari 2016 tumpah ruah di sepanjang Jalan Gajah Mada, Pontianak, Kalimantan Barat. Sejak pukul 13.00 mereka sudah berdesak-desakan untuk menikmati karnaval dalam rangka perayaan Cap Go Meh Imlek 2567.

    Wakil Ketua MPR Oesman Sapta, yang juga putra daerah Kalimantan Barat, dalam sambutan mengatakan karnaval Cap Go Meh ini merupakan pawai terbesar kedua setelah pawai serupa yang dilakukan di Pontianak saat dihadiri Presiden Joko Widodo.

    Dalam kesempatan itu, Osman Sapta juga mengatakan mengapa kita sebagai masyarakat dan bangsa bisa berbahagia dan makmur. “Karena kita mempunyai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Itulah perekat sehingga kita bisa mengadakan Cap Go Meh secara terbuka,” ujar Oesman Sapta.

    Lebih lanjut dikatakan, bila kita menghayati empat Pilar, kita adalah anak-anak bangsa dan pemersatu keberagaman. Diakui saat ini terjadi kelunturan paham kebangsaan. Untuk itu, Oesman tetap memilih menghadiri acara ini untuk mendukung semangat persatuan di masyarakat.

    Dalam karnaval Cap Go Meh yang digelar 20 hingga 23 Februari itu, ada 13 replika naga, Liong, yang mempunyai panjang di antaranya hingga 100 meter. Tak hanya replika naga, 20 barongsai juga menyemarakkan karnaval yang diadakan setiap tahun itu. Menurut panitia, karnaval tersebut diselenggarakan untuk melestarikan budaya, menjaga persatuan di antara masyarakat, juga untuk mendukung program pariwisata Kota Pontianak.

    Dalam rangka Cap Go Meh telah dilakukan pemasangan lampu sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Diponegoro. Lampu lampion itu jumlahnya mencapai 2.500 buah. Pada malam hari juga akan digelar pentas naga langit. Kegiatan itu dilakukan untuk mempromosikan Kalimantan Barat ke dunia supaya dapat meningkatkan kunjungan wisata.

    Sementara itu, Wali Kota Pontianak Tarmidzi menuturkan karnaval Cap Go Meh tahun ini lebih meriah dibanding tahun lalu. “Buktinya, tahun sebelumnya replika naga hanya ada 9. Tahun ini juga ada pertunjukkan naga langit di malam hari,” ujarnya.

    Diungkapkan pula bahwa karnaval Cap Go Meh bisa berlangsung karena ada kebersamaan di masyarakat Pontianak. Menurut Tarmidzi, kebersamaan itu harus dijaga. Ini penting karena, bila masyarakat kondusif, perekonomian bisa berkembang. Hal paling pertama yang dilihat investor ketika akan menanamkan investasi adalah suasana kondusif masyarakat. "Masyarakat Pontianak bisa bersatu sehingga bisa terjaga suasana kondusif," ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.