Pengacara Novel Apresiasi Kejaksaan Agung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jampidum Noor Rachmad memberikan keterangan pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, 22 Februari 2016. Kejaksaan Agung menyatakan telah mencabut berkas acara pemeriksaan tuntutan bagi penyidik KPK, Novel Baswedan. TEMPO/Subekti.

    Jampidum Noor Rachmad memberikan keterangan pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, 22 Februari 2016. Kejaksaan Agung menyatakan telah mencabut berkas acara pemeriksaan tuntutan bagi penyidik KPK, Novel Baswedan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta – Salah satu kuasa hukum Novel Baswedan, Muji Kartika Rahayu, mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung menghentikan penuntutan perkara kasus kliennya itu. Menurut dia, penerbitan surat ketetapan penghentian penuntutan (SKPP) sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan penyelesaian kasus Novel harus melalui cara yang dibenarkan hukum.

    "Jaksa penuntut umum telah melaksanakan tugasnya, yakni memeriksa dan mengoreksi penyidikan oleh kepolisian," kata Muji melalui pesan pendek kepada Tempo, Senin, 22 Februari 2016.

    Selain itu, menurut Muji, penerbitan SKPP juga sejalan dengan temuan dan rekomendasi Ombudsman. Sebelumnya, Ombudsman menyatakan ada sejumlah pelanggaran mal-administrasi atau penyalahgunaan wewenang dalam penanganan kasus Novel.

    Muji berharap penerbitan SKPP juga berlaku untuk mantan pemimpin KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

    Kejaksaan resmi menghentikan kasus Novel dengan menerbitkan surat ketetapan penghentian penyidikan (SKPP). Surat bernomor B-03/N.7.10/Ep.1/02/2016 itu ditandatangani Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu pada hari ini.

    Jaksa Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rochmat mengatakan ada tiga alasan utama penghentian perkara Novel. Tiga alasan itu adalah tidak cukup bukti, perkara dianggap kedaluwarsa, serta adanya keraguan bahwa Novel pelaku penembakan dan penganiayaan para pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004.

    Novel ditetapkan tersangka dugaan penganiayaan pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004. Berkas Novel sempat dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bengkulu pada 29 Januari 2016. Jaksa penuntut umum menarik surat dakwaan untuk disempurnakan pada 2 Februari lalu. Akhirnya, perkara Novel ditetapkan kedaluwarsa sejak 19 Februari 2016.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga