Butuh Rp 1 Miliar Angkut Lokomotif Kuno Ini ke Surakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokomotif uap tua

    Lokomotif uap tua "Mak Itam", melintas di tepi Danau Singkarak, Solok, Sumatera Barat. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.COSurakarta - Kereta Api bakal memindahkan lokomotif uap kuno yang berada di Bumi Perkemahan Cibubur, Jawa Barat, ke Kota Surakarta, Jawa Tengah, dengan biaya Rp 1 miliar. Rencananya, lokomotif kuno berusia lebih dari seabad itu akan dioperasikan sebagai kereta wisata.

    Kepala Dinas Perhubungan Surakarta Herman Yosca Soedrajad mengaku telah menerima kepastian mengenai pemindahan itu. "Saat ini menunggu proses pemindahan," kata Herman, Senin, 22 Februari 2016.

    Pemindahan lokomotif kuno itu dilakukan atas permintaan Pemerintah Kota Surakarta. Lokomotif tersebut akan dipakai wisatawan untuk menjelajah Kota Surakarta dengan kereta kuno mendampingi Sepur Klutuk Jaladara yang sudah terlebih dulu dioperasikan. Lokomotif ini akan digunakan bergantian dengan lokomotif uap yang saat ini sudah beroperasi.

    Menurut Herman, proses pemindahan lokomotif uap berukuran besar itu merupakan pekerjaan yang rumit. "Sulit mencari rekanan yang sanggup melakukan pekerjaan itu," katanya. Proses pemindahan lokomotif tersebut menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Surakarta.

    Bulan lalu, Dinas Perhubungan telah mengumumkan lelang untuk pekerjaan pemindahan itu. "Tapi tidak ada yang mendaftar," ujar Herman. Pihaknya menyediakan anggaran hingga Rp 1 miliar untuk pekerjaan tersebut.

    Herman mengatakan pemindahan harus dilakukan menggunakan trailer. Menurut dia, proses mengangkat dan menurunkan lokomotif ke trailer merupakan pekerjaan paling sulit. "Belum lagi risiko di perjalanan," katanya.

    Lokomotif yang akan dipindahkan itu termasuk lokomotif uap yang memiliki ukuran paling besar. Bahan bakarnya menggunakan kayu jati untuk menjalankan ketel uap yang menjadi mesin penggerak.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.