Menteri Siti Canangkan Uji Coba Kantong Plastik Berbayar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pelajar SD melakukan aksi Berani Peduli Sampah saat Car Free Day di kawasan Thamrin, Jakarta, 21 Februari 2016. Aksi yang bertema Berani Berubah menuju Indonesia Bebas Sampah 2020 tersebut merupakan bagian dari Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ratusan pelajar SD melakukan aksi Berani Peduli Sampah saat Car Free Day di kawasan Thamrin, Jakarta, 21 Februari 2016. Aksi yang bertema Berani Berubah menuju Indonesia Bebas Sampah 2020 tersebut merupakan bagian dari Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Menteri Siti Nurbaya mencanangkan uji coba kantong plastik berbayar mulai hari ini, Minggu, 21 Februari 2016. "Akan ada evaluasi sebelum diterapkan pada Juni," katanya dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional dalam car-free day di bundaran HI, Jakarta.

    Supaya intens, kata Siti, evaluasi harus dilakukan sebulan sekali dan menurunkan petugas, termasuk petugas independen. Menurut Siti, dari uji coba ini, aspeknya akan keluar segala hal, termasuk yang berhubungan dengan kebijakan.

    Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian LHK Sudirman mengatakan uji coba ini berlaku sejak pukul 07.30 WIB. Pemerintah menargetkan tahun ini kantong plastik berbayar sudah digerakkan sedikitnya oleh 23 kota. Uji coba juga diterapkan di 23 kota itu. "Tapi mungkin ada yang belum siap."

    Kota-kota tersebut antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Tangerang, Depok, Bekasi, Banda Aceh, Jayapura, dan Ambon. Sudirman mengatakan belum semua peretail menerapkan kantong plastik berbayar. Termasuk belum diterapkan di pasar tradisional. "Bertahap," ujarnya.

    "Kami uji coba untuk produk-produk supermarket menengah ke atas," tuturnya. Misalnya Alfamart dan Giant. Peretail yang melakukan uji coba itu adalah 32 ribu perusahaan di bawah Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

    Kementerian LHK menargetkan program ini dapat menurunkan minimal 50 persen sampah plastik. Ia berujar total sampah di Indonesia adalah 64 juta ton per tahun, 14 persen di antaranya plastik. "Dengan gerakan ini, minimal 50 persen berkurang," ucapnya.

    Ia pun mengimbau masyarakat, saat berbelanja, membawa tas belanja sendiri. "Supaya plastik yang tidak ramah lingkungan dan sulit terurai oleh alam bisa dikurangi."

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.