Warga Bima Bertakbir Sambut Jenazah Terduga Teroris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aparat kepolisian dan Densus 88, menutup jalan masuk dan keluar saat melakukan penggrebekan pada salah satu rumah terduka tempat persembunyian teroris di kelurahan Penatoi, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, 15 Februari 2016. Dari operasi ini, satu orang terduga teroris tewas ditembak Densus 88. TEMPO/Akhyar

    Aparat kepolisian dan Densus 88, menutup jalan masuk dan keluar saat melakukan penggrebekan pada salah satu rumah terduka tempat persembunyian teroris di kelurahan Penatoi, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, 15 Februari 2016. Dari operasi ini, satu orang terduga teroris tewas ditembak Densus 88. TEMPO/Akhyar

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenazah terduga teroris Can alias Fajar alias Muhammad Fuad, 24 tahun, tiba di rumah duka RT 01 RW 01, Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpuda, Kota Bima Nusa Tenggara Barat sekitar pukul 01.20 WITA, Sabtu 20 Februari 2016.

    Warga Bima yang ikut menyambut kedatangan jenazah itu langsung berteriak Allahu Akbar saat mobil ambulan tiba di dekat rumah duka. Beberapa orang terlihat histeris menyambut ambulan yang membawa jasad Can.

    Can tewas setelah ditembak tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror pada 15 Februari lalu di Poso, Sulawesi Tengah. Can diduga menjadi anggota jaringan teroris Santoso yang selama ini bergerak di hutan Poso.

    Jenazah disemayamkan di rumah duka."Bagaimana pun juga dia adalah anak saya. Yang membesarkan juga saya," kata Saudah, ibunda Can. Saudah tak bisa menutupi kesedihannya atas meninggalnya sang anak.

    Kepala Kelurahan Penatoi Abdul Malik mengatakan bahwa jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakam Umum (TPU) Penatoi, pagi ini. "Iya akan dimakamkan di kampung Penatoi,"kata dia.

    AKHYAR M NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.