Marak Begal, Warga Bangkalan Resah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Bangkalan -Warga Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, meminta polisi setempat menindak dan menangkap para pelaku kejahatan yang disertai kekerasan. Permintaan ini muncul karena hampir setiap hari terjadi tindak kejahatan dan banyak pelakunya yang belum terungkap. "Kalau tidak aman, warga repot, mau beli sepeda motor baru resah takut dibegal," kata Agus Andi, warga Perumnas Graha Mentari, Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan, Jumat, 19 Februari 2016.

    Menurut catatan Tempo, dalam sepuluh hari terakhir terjadi tindak kejahatan dengan kekerasan di Bangkalan. Peristiwa pertama terjadi pada 11 Februari lalu, seorang siswa dibacok dua pemuda, tidak hanya kehilangan sepeda, siswa tersebut menderita luka dipunggung.

    Peristiwa kedua terjadi di akses Suramadu pada 13 Februari. Korbannya mahasiswa. Perampasan sepeda motor ini gagal karena korban melawan. Satu dari dua pelaku berhasil ditangkap warga.

    Sehari kemudian, seorang pengendara sedan dibacok orang tak dikenal di Kecamatan Burneh. Korban selamat, namun pelakunya belum tertangkap. Esok harinya, terjadi penjambretan juga di Kecamatan Burneh. Seorang tukar cukur menderita luka di kepala karena kena tebasan sajam pelaku saat mencoba menolong korban.

    Hari ini, seorang warga di Kecamatan Arosbaya juga jadi korban begal. Beruntung pelakunya berhasil ditangkap polisi. Ini belum termasuk kejadian begal yang terjadi sepanjang bulan januari lalu.

    Kepala Polres Bangkalan, Ajun Komisaris Besar Windiyanto Pratomo mengakui maraknya tindak kriminilitas di walayah hukum Polres Bangkalan. Namun, maraknya kriminalitas bukan karena polisi tidak bekerja. "Kami sudah maksimal menciptakan keamanan dengan patroli rutin baik oleh polres dan polsek," katanya.

    Menurut Windiyanto, untuk menciptakan keamanan tidak bisa selalu mengandalkan polisi. Warga,  juga harus turut serta melawan kejahatan. "Kemarin, warga yang melawan begal, sudah kami reward, ini upaya kami memaksimalkan peran masyarakat dalam menjaga keamanan," ucapnya.

    Soal kawasan yang rawan begal, Windiyanto menambahkan antara lain di jalan asmara Desa Bilaporah, Akses Suramadu, Jalan Labang dan Kecamatan Burneh. "Sekarang yang marak di Burneh, kami tingkatkan patroli di sana."

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.