Papa Minta Saham, Kejaksaan Abaikan CCTV Ritz Carlton

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto berada di mobilnya usai menjalani pemeriksaan terkait kasus rekaman PT Freeport Indonesia di Kejaksaan Agung, Jakarta, 4 Februari 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto berada di mobilnya usai menjalani pemeriksaan terkait kasus rekaman PT Freeport Indonesia di Kejaksaan Agung, Jakarta, 4 Februari 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Arminsyah mengatakan kejaksaan akan mengabaikan rekaman circuit closed television (CCTV) sebagai bukti pertemuan "Papa Minta Saham". Kejaksaan juga akan mengabaikan keterangan beberapa pegawai Hotel Ritz Carlton.

    "Tidak ada urusan dengan CCTV. Tadinya kami khawatir dia (Setya Novanto) akan menyangkal. Tapi, dia sudah mengaku ada pertemuan," kata dia kepada wartawan di kantornya, Jumat, 19 Februari 2016.

    Pertemuan itu melibatkan mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Setya Novanto, mantan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, dan taipan minyak Riza Chalid. Saat dikonfirmasi apakah Novanto juga mengakui isi pembicaraan seperti yang direkam Maroef, Arminsyah menolak menjawabnya.

    Dalam pertemuan yang berlangsung pada 8 Juni 2016, Novanto terlihat mendominasi pembicaraan. Ia sempat menyebut nama Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan untuk dapat diberikan 'jatah' saham Freeport. Berdasarkan isi pembicaraan, ia diduga berniat melakukan pemufakatan jahat.

    Rencananya, Arminsyah akan memanggil sejumlah saksi ahli secara bersamaan. Para ahli tersebut akan dimintai keterangan terkait kajian materi ucapan dalam rekaman pembicaraan.
    "Karena kami kan hanya punya satu alat bukti berupa ucapan. Sedangkan, kajian materi ucapannya belum," ujarnya.

    Sebelumnya, Jampidsus juga sempat meminta keterangan beberapa ahli secara terpisah. Salah satunya dari Institus Teknologi Bandung, Jawa Barat. Ahli dari ITB menyatakan suara dalam rekaman tersebut positif milik Novanto. "Kami masih perlu waktu untuk itu," ujar Arminsyah.

    Soal kabar rencana kasus Novanto akan dihentikan, Arminsyah menolak menjawabnya. "Kabar dari mana? Saya tidak mau jawab itu," kata dia.

    Hingga saat ini, Jampidsus masih terkendala pemanggilan Riza Chalid. Musababnya, Riza ditengarai berada di luar negeri sejak awal Desember 2015. Kejaksaan telah mengundangnya sebanyak lebih dari tiga kali, tetapi Riza tak pernah memenuhi undangan. "Kami masih mengusahakan mengundangnya kembali," tutur Arminsyah.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.