Kisah Budi Yulistyanto yang Jadi Wali Kota Hanya 17 Hari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon Wali Kota- Wakil Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo - Achmad Purnomo. Pilkada Serentak 2015. Pilkadasolo.com

    Pasangan calon Wali Kota- Wakil Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo - Achmad Purnomo. Pilkada Serentak 2015. Pilkadasolo.com

    TEMPO.CO, Solo - Wajah Budi Yulistyanto sumringah. Dengan senyum mengembang, dia menyalami satu per satu tamu yang pergi meninggalkan Balai Kota Surakarta. Sesekali, dia merapikan jas putihnya yang masih terlihat baru.

    Beberapa jam sebelumnya, Budi menyerahkan jabatan serta tugas-tugasnya kepada Wali Kota Surakarta yang baru, FX Hadi Rudyatmo, Jumat 10 Februari 2016. "Sudah lega sekarang," kata Budi usai acara tersebut.

    Budi merupakan pegawai yang ditunjuk sebagai wali kota untuk mengisi kekosongan kursi kepala daerah. Masa jabatannya sebagai wali kota sangat singkat, hanya 17 hari saja. Setengah tahun lalu, Budi mungkin tidak membayangkan akan menjadi seorang wali kota. Saat itu dia hanya pegawai negeri karir yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Surakarta.

    Menjelang pemilihan kepala daerah lalu, dia ditunjuk sebagai pelaksana tugas sekretaris daerah. Pejabat yang sebelumnya, Budi Suharto naik menjadi penjabat wali kota. Namun Budi Suharto tidak lama memegang jabatan tersebut lantaran meninggal.

    Gubernur Jawa Tengah lantas menunjuk Budi Yulistyanto sebagai pelaksana tugas wali kota. Pada awal Februari 2016, statusnya ditetapkan sebagai penjabat Wali Kota Surakarta yang memiliki kewenangan dan hak seperti layaknya wali kota biasa.

    Kini, wali kota hasil pemilihan kepala darah, FX Hadi Rudyatmo telah dilantik. Budi Yulistyanto pun kembali lagi ke jabatannya semula, yaitu kepala DPPKA Surakarta. "Rasanya sama saja, cuma ruang kantornya yang berbeda," katanya sembari tersenyum.

    Selama 17 hari menjadi wali kota, Budi mengaku tidak ada tugas yang dianggap berat. "Cuma mengurusi kegiatan rutin saja," kata dia. Kebetulan, tidak ada keputusan politik yang harus dibuat selama dia menjabat.

    Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sujatmoko menganggap Budi sebagai wali kota dengan masa jabatan paling pendek. "Harusnya bisa dicatat sebagai rekor," kata dia usai menghadiri serah-terima jabatan itu.

    Dia menyebut bahwa Budi bersama pegawai yang lain telah menyiapkan banyak hal selama beberapa bulan terakhir. Termasuk, penyiapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2016. "Sehingga wali kota yang baru bisa langsung bekerja," katanya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.