KPK Akan Rahasiakan Operasi Tangkap Tangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019, Basaria Panjaitan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019, Basaria Panjaitan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi akan memperketat informasi ihwal operasi tangkap tangan (OTT) untuk tersangka kasus korupsi. Pimpinan KPK, Basaria Panjaitan, mengatakan lembaga antirasuah akan merahasiakan informasi tersebut untuk pengembangan penyidikan.

    “Selama ini, ketika melakukan OTT tidak bisa dikembangkan karena sudah masuk berita,” kata Basaria saat mengunjungi kantor Tempo di Palmerah, Jakarta, Kamis, 18 Februari 2016.

    Untuk mengantisipasi hal itu, KPK baru akan mengumumkan informasi adanya operasi penangkapan kepada media, minimal sehari berikutnya. Dengan sistem tersebut, KPK diharapkan bisa mengungkap kasus korupsi secara mendalam.

    Menurut Basaria, ketika informasi operasi tangkap tangan sudah sampai ke media, akan begitu cepat tersebar luas. Biasanya, informasi penangkapan telah menyebar ke publik sebelum KPK menganalisis kasus secara mendalam.

    Basaria mencontohkan, di lembaga kepolisian, penangkapan terorisme biasanya diketahui media massa 4-5 hari setelah penangkapan.

    Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo menceritakan pengalamannya saat menangkap anggota DPR Fraksi PDIP, Damayanti, beberapa waktu lalu. Saat itu, lima pemimpin KPK sepakat untuk tidak membocorkan informasi tangkap tangan.

    “Baru jam 17.00 ditangkap, jam 23.00 sudah ada pemberitaan, iki sopo sing ngomong (ini siapa yang bicara)?” katanya.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.