Pariwisata Dinilai Industri Paling Bisa Bersaing di ASEAN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menyaksikan pemandangan matahari tenggelam di Pantai Kuta, Badung, Bali, 31 Desember 2015. Sunset pada akhir tahun 2015 di Pantai Kuta menjadi salah satu daya tarik wisata bagi puluhan ribu wisatawan dari berbagai daerah yang menghabiskan waktu pergantian tahun baru di Pantai Kuta. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Wisatawan menyaksikan pemandangan matahari tenggelam di Pantai Kuta, Badung, Bali, 31 Desember 2015. Sunset pada akhir tahun 2015 di Pantai Kuta menjadi salah satu daya tarik wisata bagi puluhan ribu wisatawan dari berbagai daerah yang menghabiskan waktu pergantian tahun baru di Pantai Kuta. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi Sumarna Abdurahman mengatakan bidang pariwisata adalah bidang pekerjaan yang sistemnya sudah paling baik di Indonesia. "Dengan sistem itu, dari semua bidang yang ada, pariwisata merupakan bidang yang paling bisa bersaing di tingkat ASEAN," katanya di Plaza City View, Jakarta, Kamis, 18 Februari 2016.

    Menurut Sumarna, Indonesia memiliki program studi spesifik yang menunjang industri pariwisata, seperti bidang makanan dan minuman, oleh-oleh, dan pelayanan. Para pelajar langsung bisa memiliki keahlian spesifik dengan mempelajari program itu. "Program pendidikan yang detail itu membantu kebutuhan industri untuk menyerap tenaga kerja," katanya.

    Chief Executive Officer Karir.com Dino Martin mengatakan, walaupun dari segi sistem program pariwisata adalah yang terbaik, ada satu kelemahan bila bidang pariwisata akan ditonjolkan di kawasan ASEAN oleh Indonesia. "Masalahnya nanti ada dalam bahasa," kata Dino.

    Menurut dia, tingkat keahlian bahasa asing, terutama bahasa Inggris, orang Indonesia masih sangat kurang. Dari pelamar yang terdaftar di Karir.com yang berjumlah sekitar 10 ribu orang, hanya 10 persen yang dinilainya memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan tingkat ahli atau advance. "Dan lebih dari 60 persen bahasa Inggris-nya tingkat dasar," katanya.

    Rektor Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko mengatakan memang sampai saat ini masih kurang sinkron antara kebutuhan Industri dan pendidikan tenaga kerja yang ada. Menurut Agustinus, harus ada sinkronisasi antara keduanya. "Caranya dengan membuat kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri," kata Agustinus.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.