Sehari Dilantik, Wali Kota Risma Kumpulkan Kepala Dinas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini memberikan sambutan usai menerima Penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) 2015 di Jakarta, 5 Nopember 2015. TEMPO/Frannoto

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini memberikan sambutan usai menerima Penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) 2015 di Jakarta, 5 Nopember 2015. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Surabaya - Pasca dilantik menjadi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini langsung mengumpulkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) beserta para camat se-Kota Surabaya di ruang sidang Wali Kota Surabaya, Kamis, 18 Februari 2016. Rapat koordinasi itu dilakukan oleh Risma pada hari pertama masuk kerja sebagai Wali Kota Surabaya periode kedua, 2016-2021.

    Pada pertemuan itu, Risma meminta kepada seluruh jajaran SKPD untuk bergerak cepat dan melakukan lompatan besar untuk ikut mendongkrak citra Kota Surabaya. Pasalnya, saat ini sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN, sehingga pihaknya diminta berwawasan global.

    “Saya tidak mau biasa-biasa saja, karena saya sudah letakan dasarnya sejak lima tahun lalu, dan ke depan kita harus bergerak cepat membuat lompatan-lompatan besar untuk Surabaya,” kata Risma di hadapan jajaran SKPD se Kota Surabaya, Kamis 18 Februari 2016.

    Lompatan besar itu, lanjut dia, diutamakan kepada para camat di 31 kecamatan se-Kota Surabaya. Pasalnya, sebagai pemimpin wilayah camat dianggap mengetahui banyak hal tentang kecamatannya itu.

    Oleh karena itu, mereka dihimbau untuk memberikan usulan-usulan yang sifatnya bukan rutinitas belaka, akan tetapi bersifat strategis ke depannya. “Ayo cari ide apa, nanti kita kembangkan bersama,” ujarnya.

    Menurut Risma, dengan adanya ide-ide strategis itu, maka diharapkan Kota Surabaya setiap tahunnya memiliki ikon baru yang berasal dari kecamatan yang diberikan untuk Kota Surabaya. “Khusus untuk tahun 2016 ini, ikon baru Surabaya yang siap dilaunching adalah Jembatan Kenjeran,” kata dia.

    Tahun depannya, tambah dia, misalnya cable car di timur Jembatan Suramadu atau bisa tepian Kali Mas yang bisa menjadi wisata air, sehingga setiap tahun ada ikon baru yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Surabaya. “Kalau itu sukses, maka dipastikan perekonomian Surabaya juga bisa berkembang,” ujarnya.

    Risma juga berharap berharap pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di level kecamatan, bisa dilakukan dari tiga kelompok, yaitu usulan dari ibu-ibu rumah tangga, usulan dari karang taruna dan usulan dari warga. “Berbagai usulan itu nanti kita tamping untuk kemajuan Kota Surabaya ke depannya,” katanya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.