SBY Merasa Kerap Dikambinghitamkan Penguasa Saat Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah kiri) dan Ibu Negara Iriana (kiri) didampingi mantan Presiden SBY (kanan) melambaikan tangan kepada parade militer di Istana Negara, Jakarta, 20 Oktober 2014. AP/Mast Irham

    Presiden Jokowi (tengah kiri) dan Ibu Negara Iriana (kiri) didampingi mantan Presiden SBY (kanan) melambaikan tangan kepada parade militer di Istana Negara, Jakarta, 20 Oktober 2014. AP/Mast Irham

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Republik Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono, kembali menyuarakan pendapatnya tentang pemerintahan Joko Widodo. Lewat akun Facebook dan Twitter-nya, SBY mengatakan masih sering dikambinghitamkan penguasa saat ini.

    "Berbagai masalah yang sekarang muncul dikatakan warisan pemerintahan SBY. Atau semuanya akibat kesalahan pemerintahan SBY," cuit SBY lewat akun Twitter @SBYudhoyono, Kamis 18 Februari 2016.

    Berbagai sikap dan pernyataan yang menyalahkan pemerintahannya, tulis SBY, juga datang dari rekanan yang bertugas bersamanya dalam Kabinet Indonesia Bersatu. "Sikap dan pernyataan yang salahkan SBY juga datang dari mereka yang dulu pernah bertugas bersama saya di pemerintahan," tulisnya.

    Ia berharap rekan kerjanya dalam Kabinet Indonesia Bersatu dapat bersabar. "Jika dulu (sepuluh tahun) kita bisa bersabar, insya Allah sekarang pun bisa." Menurut dia, dalam kekurangan serta persoalan yang berat dan kompleks, bekas para pembantunya telah melakukan yang terbaik. "Telah bekerja serius," katanya.

    Ia memberi ruang bagi pengkritik pemerintahannya. "Alamatkan saja kepada saya. Saya pemimpin, dan saya bertanggung jawab. Bagi teman-teman yang dilukai hatinya dan para konstituen saya, tetaplah sabar. Mari beri kesempatan pemerintah untuk bikin negara kita hebat," tulisnya mengakhiri curahan hatinya dalam laman pribadinya.

    ARKHELAUS W.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.