Hidayat Nur Wahid: LGBT Dilarang Kampanye  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR Hidayat Nur Wahid (kiri) bersama anggota fraksi PKS Sohibul Iman, sebelum memberikan keterangan kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2). Fraksi PKS secara resmi menetapkan Mohamad Sohibul Iman sebagai wakil ketua DPR menggantikan M Anis Matta yang telah menjabat sebagai Presiden PKS. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR Hidayat Nur Wahid (kiri) bersama anggota fraksi PKS Sohibul Iman, sebelum memberikan keterangan kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2). Fraksi PKS secara resmi menetapkan Mohamad Sohibul Iman sebagai wakil ketua DPR menggantikan M Anis Matta yang telah menjabat sebagai Presiden PKS. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah bertindak tegas dalam menangani kelompok-kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang telah mengkampanyekan ideologi mereka.

    "Apalagi kalau mereka menggunakan dana asing, ini jelas harus dilarang," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera itu saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 18 Februari 2016.

    Selain itu, menurut Hidayat, apabila kelompok-kelompok itu melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang, pemerintah juga harus melarangnya. "Misalnya melakukan tindakan tidak senonoh di depan publik. Jangankan LGBT, yang normal saja tidak boleh," ucapnya.

    LGBT, ujar Hidayat, tidak dapat ditoleransi oleh agama apa pun. Apalagi, menurut dia, jika kelompok tersebut mengkampanyekan, mempengaruhi orang lain, serta menuntut legalisasi dan legitimasi dari pemerintah.

    Dalam pasal-pasal terkait dengan hak asasi manusia di Undang-Undang Dasar 1945, menurut Hidayat, memang terdapat kebebasan berekspresi serta kebebasan berserikat dan berkumpul. "Tapi sekali lagi, tidak untuk menghadirkan liberalisasi dan legalisasi dari LGBT," tutur Hidayat.

    Namun Hidayat tak sepakat apabila kelompok LGBT dikriminalisasi. Seharusnya, menurut dia, kelompok tersebut diajak kembali ke jalan yang benar. "Disembuhkan, sehingga dapat menjadi bagian dari bangsa yang bisa membangun Indonesia," kata Hidayat.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.