Basmi Prostitusi, Ridwan Kamil: Hidung Belang Harus Dihukum  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil memberi sambutan saat peresmian jalur pedestrian di area factory outlet Jalan RE Martadinata, Bandung, 28 Desember 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Ridwan Kamil memberi sambutan saat peresmian jalur pedestrian di area factory outlet Jalan RE Martadinata, Bandung, 28 Desember 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Serupa dengan kepala daerah lain di seluruh Indonesia, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil juga ingin menutup lokalisasi prostitusi di wilayahnya yang terkenal dengan nama Saritem. Setelah dinyatakan ditutup pada 2007 dan digerebek pada 2014, bisnis esek-esek di lokalisasi Saritem ternyata masih tetap bergeliat.

    "Saritem juga dari dulu, dari zaman Pak Dada Rosada, sudah ditutup secara resmi. Tapi ada sekian persen yang masih suka curi-curi. Terakhir oleh kepolisian kan digerebek, sudah dikunci. Saya akan coba berkoordinasi lagi dengan kepolisian, supaya ada konsistensi menegakkan aturan di sana," kata Ridwan di Bandung, Kamis, 18 Februari 2016.

    Jika memang prostitusi sulit dibasmi, Ridwan memiliki usul memberikan hukuman kepada para konsumen syahwat. Dengan cara tersebut, kemungkinan berhentinya kegiatan prostitusi sangat tinggi. "Jadi kan ada suplai ada demand, Nah, kami kunci dari demand-nya, bagaimana memenggal si peminta kebutuhannya, supaya suplainya seret," ujarnya.

    Meski demikian, peraturan menghukum pria hidung belang pengunjung Saritem sulit diwujudkan lantaran belum ada dasar hukumnya. "Cantolan hukum ke atasnya apa?" ucapnya.

    Bagi pekerja seks komersial Saritem yang benar-benar ingin berhenti, Ridwan menyiapkan kredit bunga rendah dari Bank Perkreditan Rakyat untuk modal berwirausaha, mulai Rp 500 ribu hingga Rp 30 juta.

    "Warga itu sudah saya tawari untuk ambil kredit melati. Yang penting, mau usaha. Ayo, saya modalin, enggak usah pakai agunan. Sudah 7.000 orang dapat fasilitas kredit melati. Jadi sudah saya siapkan solusi ekonominya. Peluangnya ada, perputarannya Rp 6 triliun dari wisatawan, asal mau gawe," tuturnya.

    Ridwan memastikan tidak ada beking-bekingan dalam upaya pemberantasan lokalisasi prostitusi di Kota Bandung. Kesulitan yang dihadapi adalah kembalinya segelintir pelaku ke Saritem setelah lokalisasi itu ditutup. "Tidak ada masalah. (Beking) itu mah dilawan saja," katanya.

    PUTRA PRIMA PERDANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.