Sepekan Banjir, Jalur Rel Porong Normal Lagi Kamis Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) VIII Surabaya memperbaiki rel kereta pi menggunakan kereta api Profile Ballast Regulator (PBR) di kawasan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, 12 Februari 2016. ANTARA FOTO

    Petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) VIII Surabaya memperbaiki rel kereta pi menggunakan kereta api Profile Ballast Regulator (PBR) di kawasan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, 12 Februari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Sidoarjo - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan jalur kereta api yang melintasi wilayah Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, yang sepekan terakhir terendam banjir sudah bisa dilewati mulai Kamis, 18 Februari 2016. “Setelah kami evaluasi, dipastikan 32 perjalanan kereta api, yakni 30 kereta penumpang dan dua perjalanan kereta barang, sudah dapat melintasi jalur Sidoarjo-Porong,” kata Manager Humas PT KAI Daerah Operasional 8 Surabaya Suprapto saat dihubungi, Rabu malam, 17 Februari 2016.

    Kepastian itu didapat PT KAI Daop 8 Surabaya setelah pada Rabu sore kemarin kereta uji coba mengangkut enam gerbong kricak berhasil melintasi jalur rel sepanjang 700 meter yang berada persis di sebelah tanggul kolam lumpur Lapindo itu.

    Kereta uji coba berangkat dari Stasiun Tanggulangin pukul 17.52 dan tiba di Stasiun Porong pukul 18.13. Suprapto berujar, dari hasil uji coba itu, untuk sementara, kereta hanya bisa melaju dengan puncak kecepatan 5 kilometer per jam.

    PT KAI bisa memastikan jalur yang bersebelahan dengan Jalan Raya Porong itu aman dilewati karena ketinggian air turun dari 40 sentimeter menjadi 8 sentimeter dari kop rel. Adapun toleransi maksimal bagi keamanan perjalanan kereta api adalah 9 sentimeter.

    Jalur kereta api di Porong tidak bisa dilewati sejak Kamis, 11 Februari 2016, pukul 19.03. Akibatnya, setiap hari, perjalanan 30 kereta penumpang dan dua kereta barang terganggu. PT KAI mengaku rugi Rp 200-250 juta setiap hari.

    Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelumnya PT KAI memberlakukan skema pembatalan sebagian rute, pembatalan semua perjalanan rute, dan sebagian perjalanan menggunakan bus. Untuk skema yang terakhir ditiadakan sejak kemarin.

    NUR HADI



     

     

    Lihat Juga