Dana Migas Bojonegoro Rp 2 Juta Per Siswa SLTA Mulai Cair

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Blok Cepu, Bojonegoro. TEMPO/Mahanizar

    Blok Cepu, Bojonegoro. TEMPO/Mahanizar

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Endang, 42 tahun, penduduk Kelurahan Klangon, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Jawa Timur, kegirangan. Orang tua Adi Purwanto, salah satu penerima dana bantuan, senang karena anaknya adalah salah satu penerima bantuan siswa dari pemerintah setempat. Dana bantuannya pun lumayan, Rp2 juta rupiah per tahun. ”Ini, rezeki,” ujar Endang, Rabu 17 Februari 2016.

    Pedagang kopi dan jajanan anak ini, mengatakan akan menggunakan bantuan itu untuk kebutuhan sekolah. Sebanyak Rp1 juta untuk ditabung, selebihnya untuk membayar kebutuhan belajar-mengajar anaknya di SMA Negeri III Bojonegoro.

    Adi adalah satu dari 49.340 murid Sekolah Menengah Atas dan sederajat. Di kelurahan itu, ada 13 siswa-siswi setingkat SLTA penerima bantuan dana pendidikan seperti Adi. Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Bojonegoro menyebutkan penerima bantuan siswa setingkat SMA baik negeri swasta dari kelas satu hingga kelas tiga sebanyak 49.340 murid dengan jumlah bantuan sebesar Rp98 juta.

    Anggaran itu berasal dari pos Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan yang disisihkan dari bagi hasil minyak dan gas bumi 2016. Hasil minyak dan gas Bojonegoro tahun ini lebih dari Rp1,2 triliun. Jumlah bantuan itu akan terus meningkat seiring dengan produksi puncak minyak di Blok Cepu yang ditargetkan 165 ribu barel per hari.

    Dana bantuan Rp2 juta itu akan diterimakan langsung kepada siswa sebesar Rp1 juta dan sisanya Rp1 juta masuk ke rekening Bank Daerah Bojonegoro. Proses pencairannya melalui Kantor Kelurahan/Desa masing-masing dalam satu-dua pekan ini.

    Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bapedda Bojonegoro, Rahmat Junaidi mengatakan, bantuan dari pos DAK dari bagi hasil minyak dan gas bumi ini sudah yang kedua kalinya. Pada tahun pertama yaitu anggaran 2014-2015 sebesar Rp 500 ribu per siswa. Kemudian tahun ini dengan bantuan Rp 2 juta per siswa. ”Tujuannya untuk menekan angka putus sekolah,” ujarnya kepada Tempo, Rabu 17 Februari 2016.

    Adi juga salah satu penerima dana bantuan Rp 500 ribu tahun lalu. Karenanya, Endang kaget karena jumlah bantuan yang diterima melonjak empat kali lipat. Bantuan ini sangat berarti baginya. ”Harga kebutuhan sehari-hari naik. Kami bersyukur.”

    Bantuan pelajar dari dana bagi hasil ini, kata Rahmat, menjadi percontohan bagi daerah lain. Termasuk dari beberapa daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah dan luar Pulau Jawa.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.