Hujan Deras dan Angin Kencang, 27 Pohon Tumbang di Sleman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi pohon yang tumbang diterjang angin puting beliung di Dusun Duwet, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah, 12 Januari 2016. Sekitar 97 rumah warga rusak akibat terjangan angin. TEMPO/Bram Selo Agung

    Warga melintasi pohon yang tumbang diterjang angin puting beliung di Dusun Duwet, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah, 12 Januari 2016. Sekitar 97 rumah warga rusak akibat terjangan angin. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Sleman - Hujan deras yang disertai angin kencang yang  turun di Kabupaten Sleman, siang hingga sore tadi telah merobohkan banyak pohon. Banyak pula rumah rusak dan sepeda motor tertimpa pohon.

    Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman, pohon roboh di Kalasan yaitu di Desa Tirtomartani. Ada sebanyak 27 pohon besar tumbang. Akibatnya ada sebanyak 17 rumah rusak. Namun kategori kerusakannya masih termasuk ringan.

    Selain itu, hujan deras juga membuat Kali Gendol di lereng Gunung Merapi meluap. Satu mobil teruruk material dan satu truk terjebak.  "Tidak ada korban jiwa, tapi pohon roboh menimpa rumah," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, Juli Setiono, Rabu, 17 Februari 2016.

    Sebuah pohon di kampus Universitas Gadjah Mada roboh dan menimpa empat sepeda motor yang sedang parkir di Fakultas Teknologi Pertanian. Banyak pula pohon roboh di kawasan lembah kampus biru itu. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian sore hari itu.

    Namun, di Kecamatan Kalasan Sleman, tercatat banyak pohon tumbang dan menimpa rumah. Rumah yang tertimpa pohon mengalami rusak ringan.  Selain, angin kencang, BPBD meminta masyarakat mewaspadai adanya longsor akibat hujan deras. Terutama di tebing-tebing yang retak seperti di perbukitan yang masuk wilayah Kecamatan Prambanan berbatasan dengan Klaten Jawa Tengah.

    Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman Makwan, perbukitan di Prambanan tersebut  rawan longsor. Di bawah bukit itu terdapat enam desa yang dihuni ratusan kepala keluarga. "Kami pasang alat EWS (early warning system) di tiga titik," kata dia.

    Dusun-dusun rawan longsor itu Dusun Gayam, Desa Gayamharjo, Dusun Gungcilik, Sambirejo, dan satu di Desa Wukirharjo. Jika ada gerakan tanah yang membahayakan, maka akan data yang dikirim secara  telematri dan dapat dipantau lewat monitor di pos pengendalian operasi. "Kalau total alat EWS yang dipasang di daerah rawan ada 30 an," kata Makwan.

    Menurut Camat Prambanan Abu Bakar ada beberapa desa yang rawan longsor di wilayahnya. Yaitu  Gayamharjo, Wukirharjo, Sambirejo, Bokoharjo, Sumberharjo dan Madurejo. Dari enam desa itu, kata dia tiga desa paling rawan longsor yaitu Wukirharjo, Gayamharjo dan Sambirejo. Terdapat 283 kepala keluarga ada 283 yang berada di kawasan rawan longsor.

    MUH SYAIFULLAH 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.