Puting Beliung Lumpuhkan Jalur Kediri-Blitar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.COKediri – Angin puting beliung menghancurkan ratusan rumah, sawah, dan perabotan warga di Desa Blabak, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jalur utama penghubung Blitar–Kediri juga sempat lumpuh selama setengah jam akibat terhalang reruntuhan pohon-pohon besar.

    Serangan angin puting beliung ini terjadi sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB saat kawasan Kediri diguyur hujan lebat. Sejumlah warga di Desa Blabak mengaku angin berembus dari arah timur dengan suara berisik saat hujan rintik mulai terjadi. “Sangat cepat dan langsung merobohkan apa saja yang dilalui,” kata Miadi, warga setempat, kepada Tempo, Rabu, 17 Februari 2016.

    Dari depan rumahnya yang berada di tepi jalan raya Kediri–Blitar, Miadi melihat angin merontokkan hamparan tanaman tebu milik petani. Detik berikutnya angin bergerak mendekati jalan raya sambil merobohkan pohon-pohon besar ke arah badan jalan. Terakhir, angin menyapu tiang listrik dan papan reklame, serta menerbangkan genting atap rumah warga.

    Nahas bagi Miadi yang memparkir mobilnya di bawah pohon. Kendaraan pick up warna biru yang digunakan untuk mengangkut barang dan ayam ringsek tertimpa pohon trembesi. Beruntung kala itu tak ada satu pun orang yang berada di bawahnya.

    Lihat Terpopuler: Cantiknya Arumi Bachsin Dampingi Suami Dilantik Jadi Bupati Trenggalek

    Ambruknya pohon-pohon besar di sepanjang jalan yang melintang ke badan jalan membuat arus lalu lintas Kediri–Blitar lumpuh. Kendaraan tak bisa bergerak sama sekali lantaran banyaknya pohon besar yang sulit dipinggirkan. “Butuh waktu setengah jam untuk menyingkirkan pohon dari jalan,” kata Sugeng, warga setempat.

    Menurut pantauan Tempo, kerusakan yang terjadi akibat serangan angin ini cukup parah. Ratusan rumah warga rusak pada bagian atap dengan mayoritas genting dan rangka roboh. Demikian pula dengan sejumlah gedung sekolah dan masjid yang rusak di beberapa bagian atap. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa ataupun cedera dalam musibah ini.

    Hingga petang ini warga dengan dibantu aparat kepolisian masih berusaha menyingkirkan batang pohon dari atap rumah mereka. Demikian pula petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih membenahi jaringan listrik yang putus akibat ambruknya tiang instalasi listrik di kawasan itu. Hal ini membuat lokasi di daerah bencana gelap gulita.

    Baca juga: Pakai Sepatu Eks Lokalisasi Dolly Saat Pelantikan, Risma: Nyaman, Pas Kok!

    Kepala Bagian Humas Pemkab Kediri Haris Setiawan mengaku masih menunggu laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang berada di lapangan terkait dengan potensi korban luka kerusakan bangunan yang ada. Pemerintah juga belum memutuskan apakah akan memberi bantuan kerusakan bangunan yang jumlahnya cukup banyak serta tanaman produksi milik warga yang rusak parah. “Kami masih mencatat dulu di lapangan,” kata Haris.

    Haris juga menambahkan, selain di Kandat, serangan angin merobohkan rumah warga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, yang berada di kaki Gunung Wilis. Namun tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam musibah itu.

    Tak hanya di kawasan Kabupaten Kediri, tapi serangan angin disertai hujan deras juga melumpuhkan jaringan listrik di sebagian wilayah Kota Kediri. Hingga kini sejumlah kawasan dalam keadaan gelap gulita akibat rusaknya instalasi listrik. 

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga