Risma Dilantik, Warga Surabaya Nikmati 13 Ribu Porsi Makanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali kota Tri Rismaharini mengenakan pakaian serba putih saat dilantik. Risma mengenakan sepatu putih buatan UKM eks gang Dolly. TEMPO/Mohammad Syaraffah.

    Wali kota Tri Rismaharini mengenakan pakaian serba putih saat dilantik. Risma mengenakan sepatu putih buatan UKM eks gang Dolly. TEMPO/Mohammad Syaraffah.

    TEMPO.COSurabaya - Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana resmi dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya periode kedua, yakni 2016-2021. Setelah dilantik di Gedung Negara Grahadi, Risma dan Whisnu langsung ke luar gedung berjalan kaki hingga pintu gerbang, Rabu, 17 Februari 2016.

    Di luar pintu gerbang itu, ribuan kader PDI Perjuangan serta simpatisan sudah menunggu Risma. Dengan demikian, ketika keduanya keluar, mereka langsung disambut dan disalami oleh ribuan simpatisan itu. 

    Selanjutnya, pasangan yang diusung PDI Perjuangan tersebut langsung menaiki mobil dinas mereka menuju Balai Kota Surabaya. Sebab, di depan Taman Surya itu sudah disediakan pesta rakyat dengan berbagai menu.

    Kepala Bagian Umum dan Protokoler Pemerintah Kota Surabaya Wiwik Widayanti mengatakan pihaknya sudah menyediakan sekitar 13 ribu porsi makanan untuk pesta rakyat dalam rangka merayakan pelantikan Risma-Whisnu. “Tiga belas ribu porsi itu memang disediakan untuk warga Kota Surabaya,” kata Wiwik kepada Tempo di sela-sela mendampingi Risma-Whisnu di Taman Surya, di depan Balai Kota Surabaya.

    Ribuan porsi makanan itu disiapkan oleh para pedagang kaki lima di Kota Surabaya beserta beberapa katering. Para pedagang sengaja diundang ke Balai Kota Surabaya untuk menyiapkan makanan bagi para warga Surabaya. “Menunya ada lontong balap, semanggi Suroboyo, tahu campur, sate ayam, dan soto ayam,” tutur Wiwik.

    Hanya dalam sekejap, sekitar satu jam, semua makanan itu ludes disantap ribuan warga yang hadir di Taman Surya. Karena itu, Wiwik juga menyampaikan permohonan maaf kepada beberapa warga yang mungkin datang ke Taman Surya tapi tidak kebagian makanan. Sebab, makanan itu diberikan gratis sehingga banyak diserbu warga Kota Surabaya. “Kami selaku perwakilan Pemerintah Kota Surabaya mohon maaf jika ada yang tidak kebagian,” ucapnya.

    Pada kesempatan itu, Risma dan Whisnu juga menyempatkan diri menyantap salah satu menu yang disediakan. Mereka kompak memakan lontong balap. Kuliner khas Surabaya yang berupa potongan lontong berpadu dengan kecambah berkuah, petis, plus sate kerang ini menemani Wali Kota sembari melayani foto bersama warga yang datang ke Balai Kota Surabaya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.