Pakai Sepatu Eks Lokalisasi Dolly Saat Pelantikan, Risma: Nyaman, Pas Kok!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali kota Tri Rismaharini mengenakan pakaian serba putih saat dilantik. Risma mengenakan sepatu putih buatan UKM eks gang Dolly. TEMPO/Mohammad Syaraffah.

    Wali kota Tri Rismaharini mengenakan pakaian serba putih saat dilantik. Risma mengenakan sepatu putih buatan UKM eks gang Dolly. TEMPO/Mohammad Syaraffah.

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya terpilih, Tri Rismaharini, keluar rumah sekitar pukul 09.25. Risma didampingi Kepala Bagian Umum dan Protokoler Kota Surabaya Wiwik Widiyanti. Ia keluar dengan pakaian serbaputih, mulai pakaian dinas harian (PHD) hingga kerudungnya.

    Bahkan sepatunya pun pantofel putih yang merupakan buatan warga eks lokalisasi Dolly yang dipesannya pada beberapa hari lalu. "Nyaman, pas kok ini sepatunya," kata Risma saat ditemui Tempo di rumahnya kawasan Wiyung, Surabaya, Rabu, 17 Februari 2016.

    Risma berencana memesan sepatu buatan warga eks lokalisasi Gang Dolly itu untuk dipakai dinas sehari-hari. Dia juga berencana memberikan pembekalan khusus kepada warga eks lokalisasi Dolly yang sudah mengembangkan usahanya itu. "Nanti saya akan memberikan contoh model-model yang terbaru, supaya semakin bagus," ucapnya. (Baca juga: Risma Dilantik di Grahadi Surabaya, Ini Jalan yang Ditutup)

    Meski begitu, Risma mengaku masih belum menemukan ide untuk merek sepatu kebanggaan warga eks lokalisasi itu. Risma mengaku memikirkan solusi untuk memajukan semua UKM-UKM yang ada di eks lokalisasi tersebut. “Nanti kita pikir bareng-bareng,” ujarnya.

    Melihat Wali Kota Risma mengenakan sepatu tersebut, Camat Sawahan Muhammad Yunus yang membina UKM itu mengaku sangat bangga dan senang dengan produk warganya. “Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami, karena bisa dipakai Bu Risma pada pelantikan Wali Kota Surabaya periode keduanya,” tuturnya.

    Yunus mengaku masih akan berkoordinasi dengan Risma seusai pelantikan untuk mengembangkan UKM-UKM binaannya. Dia berharap produk buatan warganya memiliki merek dan hak paten serta bisa diproduksi banyak. “Kami semua berkomitmen membantu mereka, supaya bisa berkembang,” ucapnya.

    Adapun warga eks lokalisasi itu membuat sepatu pantofel warna putih untuk Risma dan Whisnu, masing-masing dibuatkan dua pasang. Sepatu Risma bernomor 38, sedangkan Whisnu nomor 45. (Baca juga: Pelantikan 17 Kepala Daerah Jatim Dilakukan Dua Gelombang)

    MOHAMMAD SYARRAFAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?