Lagi, Densus Tangkap Orang yang Diduga Teroris di Bima  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengamanan terorisme. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi pengamanan terorisme. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COJakarta - Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian RI dan Kepolisian Resor Bima Kota kembali meringkus satu orang yang diduga teroris di Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa siang, 16 Februari 2016. Orang yang ditangkap adalah Agus, sepupu sekaligus teman main Can alias Fajar, yang ditembak mati Densus pada Senin kemarin. 

    Polisi tidak mengalami kesulitan menangkap Agus. Begitu sampai rumah yang dituju, polisi langsung membawanya dengan sebuah sepeda motor. Polisi berpakaian sipil membawa Agus ke Mako Brimob. “Iya, Pak, tadi kami melihat ada polisi berpakaian sipil masuk dan membawa Agus,” kata warga di sekitar rumah Agus.

    Kepala Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Abdul Malik, membenarkan adanya penangkapan warganya di RT 01 RW 02, atau sekitar 100 meter ke timur dari lokasi penggerebekan semula di rumah Can alias Fajar di Gang Abu Jei. ”Iya, memang benar, hanya dijemput pakai sepeda motor oleh polisi. Tidak ada penggerebekan tembak-tembakan,” ujar Malik kepada Tempo, Selasa, 16 Februari 2016. 

    "Penangkapan itu dilakukan polisi seperti yang dilaporkan staf kamtibmas kelurahan kepada saya,” tuturnya.

    Keterangan yang diperoleh Tempo di lokasi kejadian menyebutkan Agus adalah sepupu Can alias Fajar, yang tewas di tangan Densus pada Senin kemarin. Agus masih menjalani pemeriksaan di Markas Brimob Detasemen A Bima. Namun kemungkinan, dalam waktu dekat, dia akan dibawa ke Jakarta.

    Kepolisian masih akan melakukan pengembangan mengenai jaringan terduga teroris yang diciduk di Kota Bima. Polisi belum merinci peran dan keterlibatan terduga teroris itu. Namun salah seorang di antaranya dikabarkan terlibat dalam jaringan Santoso. Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa telepon seluler dan pakaian. 

    Kepala Kepolisian Resor Kota Bima Ajun Komisaris Besar Ahmad Nurman Ismail mengatakan kewenangan yang dilakukan Polres hanya untuk koordinasi. Sedangkan langkah penanganan terduga teroris dilakukan Densus 88 Mabes Polri. “Kewenangan dilakukan oleh Densus,” tuturnya ketika rapat koordinasi dengan Wakil Wali Kota Bima A. Rahman dan musyawarah pimpinan daerah di aula Pemerintah Kota Bima, Selasa Sore, 16 Februari 2016. 

    AKHYAR M. NUR


     

     

    Lihat Juga