Teror Sianida, Polisi Luwu Diimbau Makan di Rumah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Mohamad Hamzah

    ANTARA/Mohamad Hamzah

    TEMPO.COLuwu - Kepala Kepolisian Resor Luwu Ajun Komisaris Besar Adex Yudiswan mengimbau semua anggotanya makan di rumah bersama keluarga daripada di rumah makan. 

    "Ini salah satu imbauan saya kepada semua anggota polisi di jajaran Polres Luwu, pasca-keluarnya imbauan dari Mabes Polri soal teror sianida yang ditujukan kepada anggota Polri," kata Adex Yudiswan, Selasa, 16 Februari 2016.

    Polisi, kata Adex, tidak dapat mengetahui cara teroris mengirim sianida melalui makanan dan minuman. Sebab, menurut dia, teroris punya banyak cara untuk memuluskan aksinya. 

    "Tapi kita bisa hindari dengan melakukan deteksi dini, dengan makan dan minum di tempat yang kita percaya, dan tidak meninggalkan makanan dan minuman di tempat umum," ujarnya.

    Kepala Satuan Narkotika Polres Palopo Ajun Komisaris Ade Kristian Manapa menyatakan polisi akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk meminta data apakah ada toko kimia atau apotek di Palopo yang diberi izin menjual sianida. 

    "Semua apotek di Palopo tetap kita awasi, kita mengagendakan melakukan pemeriksaan," kata Ade Kristian Manapa. Kepolisian Palopo juga sudah mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat Palopo untuk mengantisipasi racun sianida pada makanan dan minuman.

    Kepala Seksi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Palopo Boim mengatakan sianida hanya dijual di toko kimia, sedangkan di Kota Palopo, belum ada toko yang menjual bahan-bahan kimia. "Izin menjual sianida itu tidak gampang, sianida biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan bahan kimia," kata Boim.

    Walaupun tidak ada yang menjual sianida, Dinas Kesehatan tidak berani menjamin tidak ada apotek yang menjualnya secara ilegal. "Kami tidak berani menjamin, bisa saja ada yang menjualnya secara sembunyi-sembunyi," kata Boim.

    HASWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.