Universitas Muhammadiyah Malang Kerja Sama Dakwah di Inggris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 20 mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berasal dari 13 negara, beberapa diantaranya dari Jerman, Polandia, Jepang, Kamboja, dan Ukraina, berhasil menjadi duta budaya Indonesia. Dok/umm.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    20 mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berasal dari 13 negara, beberapa diantaranya dari Jerman, Polandia, Jepang, Kamboja, dan Ukraina, berhasil menjadi duta budaya Indonesia. Dok/umm.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.COMalang - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan The Muslim College London, Inggris, dalam waktu dekat mengadakan kerja sama. Kerja sama yang diselenggarakan adalah berkaitan dengan pengembangan Islam, dan UMM diundang berdakwah di Muslim College Inggris.

    Hal ini terungkap dalam kuliah tamu yang menghadirkan Kepala Muslim College Dr Mohamed M. Benotman dan koordinator bidang akademik Dr Faissal Hameed, Senin, 15 Februari 2016. "Kami berharap umat Islam semakin berkembang dengan dakwah yang kuat," kata Rektor UMM Fauzan, Senin, 15 Februari 2016.

    Kerja sama itu dibungkus dalam program pertukaran dosen dan mahasiswa. Kedua perguruan tinggi itu juga sepakat saling berkirim dosen untuk memberikan kuliah tamu, termasuk UMM juga menawarkan program summer course di kampusnya. 

    Sedangkan mahasiswa UMM akan diberikan kemudahan untuk melanjutkan kuliah S2 dan S3 di Muslim College. "Ada keringanan biaya kuliah," ujar Fauzan.

    Kepala Muslim College London Dr Mohamed M. Benotman menjelaskan, pada 1971, jumlah umat muslim di Inggris sekitar 500 ribu dan sebanyak 30 masjid dibangun. Empat puluh tahun kemudian, umat muslim berkembang menjadi 5 juta dengan 1.500 masjid.

    "Umat agama lain juga belajar di Muslim College untuk mempelajari Islam. Sehingga terbangun toleransi lintas iman," katanya. 

    Muslim College, kata Benotman, juga memberi pemahaman Islam kepada masyarakat Inggris. Di negeri itu, menurut dia, Islam adalah agama minoritas tapi tetap dihargai. "Pangeran Charles sering berkunjung ke kampus dan berdiskusi mengenai perkembangan Islam," ujarnya. 

    Benotman mengaku ia berkunjung ke Indonesia untuk mempelajari Islam mengingat Indonesia adalah negara dengan pemeluk Islam terbesar. Itu sebabnya Indonesia dipilih sebagai negeri untuk dipelajari budaya, sejarah, dan perkembangan Islam di dalamnya.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.