Kejar Adipura 2016, Ridwan Kamil Lirik Bank Sampah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Wahyuni, pengelola unit Bank Sampah Hijau Lestari bersama petugas pengangkut di RW 06 Sekeloa Kota Bandung. TEMPO/Anwar Siswadi

    Sri Wahyuni, pengelola unit Bank Sampah Hijau Lestari bersama petugas pengangkut di RW 06 Sekeloa Kota Bandung. TEMPO/Anwar Siswadi

    TEMPO.CO, Bandung - Pemerintah Kota Bandung tengah mengejar target untuk mempertahankan penghargaan Adipura. Tahun lalu,  Pemkot Bandung berhasil meraih Piala Adipura untuk kategori kota metropolitan dari Kementrian Lingkungan Hidup RI.

    Agar Kota Bandung kembali mendapat Piala Adipura, Ridwan Kamil memberi arahan khusus kepada Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung."Saya memberikan arahan di PD Kebersihan karena Adipura penilaiannya sudah mulai lagi di bulan Maret 2016," kata Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Senin, 15 Februari 2016.

    Ridwan Kamil juga berencana memodernisasi teknologi pengelolaan sampah anorganik melalui bank sampah. "Penilaiannya sudah ketemu, kekurangan kita di bank sampah belum maksimal," katanya.

    Rencananya, bank sampah di Kota Bandung akan dimaksimalkan dengan sistem online agar masyarakat mau memilah sampah dari rumah.

    "Sekarang belum maksimal karena masyarakat belum ada benefit. Ternyata warga agak matre. Maka bank sampah dikerenin sehingga orang tahu kalau kita milah sampah bakal dapat duit. Kalau sekarang orang milah karena baik saja," kata Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil berniat membuat sistem baru Bank Sampah. Sampah yang memiliki nilai ekonomi bisa dijemput langsung ke rumah-rumah. Sehingga, orang tidak perlu jauh-jauh pergi ke bank sampah.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.