Ini Penyebab Program Kartu Identitas Anak Belum Berjalan di Bangkalan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peringkat sepuluh besar siswa peraih nilai ujian nasional tingkat SMP tertinggi se-Jawa Timur diborong siswa SMP Negeri 1 Kabupaten Bangkalan, Madura.(komunika online)Sekretaris Dinas Pendidikan Bangkalan, Bambang Mustika mengungkapkan, prestasi tersebut membanggakan karena baru pertama kali terjadi.

    Peringkat sepuluh besar siswa peraih nilai ujian nasional tingkat SMP tertinggi se-Jawa Timur diborong siswa SMP Negeri 1 Kabupaten Bangkalan, Madura.(komunika online)Sekretaris Dinas Pendidikan Bangkalan, Bambang Mustika mengungkapkan, prestasi tersebut membanggakan karena baru pertama kali terjadi. "Tujuh dari sepuluh peraih nilai UN SMP tertinggi di Jawa Timur merupakan siswa Bangkalan," katanya, Rabu, 10 Juni 2015.

    TEMPO.CO, Bangkalan -Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, belum bisa melaksanakan program pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), meski Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2016 terntang KIA telah terbit.

    Kepala Dinas Kependukan dan Catatan Sipil Bangkalan Rudiyanto mengatakan pihaknya belum mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan program KIA pada APBD 2016. "Selain anggaran, kami belum menerima petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) soal KIA seperti apa," katanya  Senin, 15 Februari 2016.

    Menurut Rudi, Juklak dan Juknis itu diperlukan daerah agar jelas tata cara pembuatan Kartu Identitas Anak tersebut. Dia mencohtohkan setelah KIA dibuat, apakah kartu itu akan diterima langsung si anak atau dipegang orang tuanya. "Soal blangko juga, yang buat blangko pemerintah pusat atau daerah, juga belum jelas," ucapnya.

    Terlepas dari kendala tersebut, Rudi menjelaskan yang diwajibkan membuat KIA adalah anak usia 0 tahun hingga 5 tahun kurang sehari dan anak usia 5 tahun hingga 17 tahun kurang sehari. Program ini,  diberlakukan untuk mengakuratkan data kependudukan dan pemenuhan kebutuhan pelayanan publik. "Kami akan menggandeng dinas pendidikan, karena sasaran program ini banyak usia pelajar."

    Sebenarnya program KIA ini bukan program baru. KIA telah diujicobakan di 50 kabupaten atau kota di Indonesia. Baru pada 2016, program ini diberlakukan menyeluruh di Indonesia.

    Sekertaris Dinas Pendidikan Bangkalan, Bambang Budi Mustika mendukung pembuatan KIA di kalangan pelajar. Data yang diperoleh dari program KIA bisa dijadikan bahan acuan sekolah untuk membuat Data Pokok Pendidikan (Dapodik). "Kalau ada KIA, tidak ada lagi pemalsuan data siswa di sekolah," ucapnya.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.