Longsor, Jalur Majalengka-Kuningan Tutup Total

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas mencari korban yang tertimbun tanah longsor di Dusun Gorolong, Desa Sindangpala, Banjaran, Majalengka, Jawa Barat, (14/5).  ANTARA/Dedhez  Anggara

    Sejumlah petugas mencari korban yang tertimbun tanah longsor di Dusun Gorolong, Desa Sindangpala, Banjaran, Majalengka, Jawa Barat, (14/5). ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Majalengka - Karena longsor jalur Majalengka-Kuningan, tepatnya di Kecamatan Cikijing, harus ditutup total. Perbaikan jalur yang longsor oleh pemerintah pusat sangat mendesak dilakukan.

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, longsor terjadi di ruas jalur Majalengka-Kuningan, tepatnya di Blok Cipadung, Desa Sindangpanji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, pada Minggu malam, 14 Februari 2016 sekitar pukul 19.00 WIB.

    Saat longsor sebuah mobil yang dikemudikan oleh Prayudi Kusnadi, warga Kelurahan Kedoya Utara RT 03 RW 07 Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta tengah melintas di jalur tersebut. Akibatnya, mobil yang dikendarai Prayudi pun terseret longsor hingga ke jurang. Beruntung Prayudi hanya mengalami luka ringan.

    Namun akibat longsor yang memakan hampir sebagian badan jalan, membuat jalur Majalengka-Kuningan ditutup total. “Jalur Majalengka-Kuningan melalui Cikijing kami tutup total,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Tatang Rahmat, Senin, 15 Februari 2016.

    Penutupan total harus dilakukan karena struktur tanah di daerah tersebut labil. Padahal, saat ini hujan sering mengguyur wilayah tersebut setiap hari. “Sebelum longsor, hujan besar pun mengguyur wilayah Majalengka,” kata Rahmat.

    Karena itu, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, akhirnya jalur Majalengka menuju Kabupaten Kuningan pun akhirnya ditutup total.

    Tatang mengakui, jalur Majalengka-Kuningan merupakan jalur penopang perekonomian antar dua daerah tersebut dan juga daerah di sekitarnya. “Tapi kami tidak bisa ambil resiko lebih besar lagi,” kata Tatang.

    Warga, lanjut Tatang, masih bisa melewati jalan desa yang memang lebih sempit dibandingkan jalan yang longsor tersebut. “Bisa masuk mobil, tapi kalau ada yang berbarengan dari arah berbeda memang harus bergantian,” kata Tatang.

    Saat ditanyakan perbaikan jalan di jalur tersebut, Tatang mengungkapkan jika jalur tersebut masih jalan nasional. Sehingga kewenangan untuk perbaikannya pun ada di pemerintah pusat. Karenanya Tatang pun meminta kementrian terkait untuk bisa turun tangan mengatasi longsor tersebut.

    Sementara itu, Kapolsek Cijiking, Kompol Nurjaman Hidayat, menjelaskan mobil korban terjatuh ke dalam jurang hingga kedalaman sekitar 50 meter. “Proses evakuasi pun sudah dilakukan,” kata Nurjaman. Namun karena struktur tanah yang tidak stabil, akhirnya jalur itu pun ditutup.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.