DPR dan Pemerintah Bahas Penanggulangan Terorisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi damai di depan trotoar TKP peledakan bom Jl. MH Thamrin, Jakarta, 16 Januari 2016. Warga menyerukan aksi

    Aksi damai di depan trotoar TKP peledakan bom Jl. MH Thamrin, Jakarta, 16 Januari 2016. Warga menyerukan aksi "Kami Tidak Takut" untuk menyikapi serangan teroris di Jakarta. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi I dan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat mengggelar rapat kerja gabungan bersama dengan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dan jajaran Menteri yang berada di bawah koordinasinya. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

    "Pembahasan tentang pasca bom Thamrin, penanggulangan terorisme, pemberian amnesti tahanan politik Papua dan Din Minimi serta pemberian bebas visa," kata Fadli Zon saat membuka rapat di ruang rapat Badan Anggaran DPR, pada Senin, 15 Februari 2016.

    Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar  Pandjaitan memaparkan pemerintah tetap melakukan peningkatan keamanan, terutama sekali dari negara-negara yang memungkinkan teroris masuk. "Seperti Irak dan Afghanistan, kami bekerja sama dengan BIN, dan lain-lain," ujarnya.

    Rapat kerja gabungan antara Komisi I dan Komisi III bersama dengan jajaran kementerian di bawah koordinasi Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, yang dihadiri oleh Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi.

    Turut hadir pula Kepala Kepolisian RI Badrodin Haiti, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, serta perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, serta perwakilan TNI. Kepala Badan Keamanan Laut Desy Mamahit dan Kapolda Metro Jaya juga terlihat mengikuti rapat ini.

    DIKO OKTARA


  • DPR
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.