Teroris dengan Sianida, Targetnya adalah Polisi.

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keracunan makanan. Rmmagazine.com

    Ilustrasi keracunan makanan. Rmmagazine.com

    TEMPO.CO, YOGYA - Kepala Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Erwin Triwanto mengatakan pihaknya meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi teroris melalui makanan. Target teroris tersebut adalah polisi.

    "Teror bisa saja melalui makanan entah itu brownies atau makanan lain. Yang jelas kami meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi terorisme," kata Erwin kemarin.

    Baca juga: Kapolri Minta Seluruh Kapolda Waspadai Modus Teroris

    Kewaspadaan terhadap serangan teroris dilakukan setelah Detasemen Khusus Anti-teror Markas Besar Kepolisian RI menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat teroris sepanjang pada Jumat lalu. Di antaranya dua orang pedagang Kebab di Purwakarta, Jawa Barat, dan seorang pemilik klinik herbal di Klaten, Jawa Tengah, pada Jumat lalu.

    Menurut Erwin, pihaknya mewaspadai aksi teroris mengirim makanan terutama brownies yang sudah dicampur sianida untuk polisi. Modus ini diduga terinspirasi kasus tewasnya pengusaha Wayan Mirna Salihin yang diduga diracun setelah meminum es kopi Vietnam di Olivier Café, Grand Indonesia, Jakarta, pada 6 Januari lalu.

    Erwin enggan menjelaskan soal imbauan mewaspadai serangan teroris lewat makanan merupakan perintah Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti lewat pesan singkat. Tetapi, dia membenarkan adanya perintah meningkatkan kewaspadaan dari Polri.

    Baca juga: Polda Jatim Waspadai Aksi Teroris Racuni Makanan

    Sama halnya dengan di Yogyakarta, Polda Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan terkait adanya upaya kelompok teroris melawan aparat dengan mengirim makanan beracun. “Sudah saya perintahkan ke kepala satuan wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan. Kalau misalnya menerima makanan seperti brownis atau roti harus tingkatkan kewaspadaan. Jangan diterima," kata Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jendral Moechgiyarto.

    Adapun Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Brigadir Jendral Agus Rianto belum mengetahui ihwal tersebarnya imbauan kepada polisi untuk mewaspadai modus baru kelompok teroris tersebut. "Saya belum lihat suratnya," ujar Agus.

    Pada Jumat lalu, Densus 88 Anti-teror menangkap Jaka Mulyanta, 43 tahun, yang merupakan pemilik klinik herbal dan akupuntur di Desa Ngaran Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten.  Ibu Jaka, Sri Sunarti, 75 tahun, mengatakan kegiatan sehari-hari anaknya hanya meramu obat herbal dari daun-daunan.  Selain Jaka, Densus 88 juga menciduk dua penjual kebab di Dusun Jatirasa, Desa Cikampek Timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.

    MUH SYAIFULLAH | LUTHFIANA HISYAM | MITRA TARIGAN | DINDA LEO LISTY | IQBAL T. LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.