Jadikan Malang Kota Selfie, Seniman Foto di Candi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Pandita melakukan ritual persembahyangan Prayasita (pangresikan bangunan candi) sebelum melaksanakan upacara Ngembak Geni di Candi Badut, Desa Karangbesuki, Kec. Dau, Kab. Malang, Jawa Timur, Rabu (13/3). Umat Hindu Malang raya memilih candi Badut sebagai tempat melaksanakan Ngembak Geni (memulai kehidupan baru setelah hari suci Nyepi) tahun baru saka 1953 dikarenakan candi tersebut merupakan Candi Hindu tertua di Jawa Timur yang dipercaya sebagai tempat sembahyang para raja-raja di jaman dahulu kala. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Sejumlah Pandita melakukan ritual persembahyangan Prayasita (pangresikan bangunan candi) sebelum melaksanakan upacara Ngembak Geni di Candi Badut, Desa Karangbesuki, Kec. Dau, Kab. Malang, Jawa Timur, Rabu (13/3). Umat Hindu Malang raya memilih candi Badut sebagai tempat melaksanakan Ngembak Geni (memulai kehidupan baru setelah hari suci Nyepi) tahun baru saka 1953 dikarenakan candi tersebut merupakan Candi Hindu tertua di Jawa Timur yang dipercaya sebagai tempat sembahyang para raja-raja di jaman dahulu kala. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang -- Penataan kawasan pedestrian dan taman di Kota Malang dikritik seniman di Malang. Pelaku seni pertujukan, Sugik menggelar pertunjukan di pelataran Candi Badut. Dalam tampilannya, Sugik berkeliling candi yang dibangun pada abad ke-10. Dia penampilan seni gerak tubuh berjudul 'Malang Kota Selfie' ini dia mengabadikan setiap momen di sudut candi.

    "Ini kritik saya, kenapa pemerintah Kota Malang tak menjadikan candi sebagai titik selfie," katanya. Setiap foto selfie dia menutup wajahnya dengan kardus. Menurut dia, tak banyak wisatawan maupun warga Malang yang berkunjung belajar sejarah di Candi Badut.

    Berlokasi di permukiman padat, Candi Badut seolah diabaikan. Padahal Candi Badut merupakan candi asal mula Kerajaan Kanjuruhan. Kerajaan Kanjuruhan merupakan cikal bakal berdirinya sejumlah kerajaan seperti Singasari, dan Majapahit.

    Saat ini Pemerintah Kota Malang memasang foto sejumlah Wali Kota Malang dari masa ke masa di pedestrian selatan Alun-Alun Merdeka Malang. Foto tersebut dilengkapi kursi untuk bersantai dan foto selfie bersama Wali Kota.

    Penampilan tersebut merupakan salah satu atraksi dalam Performatif Nusantara Malang Performance Art Community yang diselenggarakan Ring of Performance. Sebuah jaringan performer di Indonesia, mereka menggelar bertunjukan serempak di Yogyakarta, Denpasar, Jakarta, Kupang, Bandung, Pasuruan dan sejumlah kota lainnya.

    Selain Sugik juga tampil Bejo menampilkan pertunjukan berjudul nenek monyangku seorang pelaut, Braga berjudul Nol, Gilang berjudul pembelokan, Dapeng-Vivi berjudul belum ada judul, Seyhan berjudul bahasa ibu, Priyo Suranto menampilkan kidung rumekso ing badut.

    Perwakilan Ring of Performance, Bejo menjelaskan komunitas terdiri dari seniman seni gerak tubuh. Performing art merupakan seni tubuh sebagai media. Meliputi lintas disiplin seni terdiri diri seni musik, perupa, lukis, mulai seni tradisi sampai seni kontemporer. Pertunjukan tersebut sebagai sosialisasi dan deklarasi Ring of Performance.

    "Enggak banyak yang tahu apa performing art," katanya. Mereka juga akan mengeluarkan majalah yang menjadi media pendidikan sekaligus memuat agenda pertunjukan.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.