BMKG: Waspadai Hujan Lebat 3 Hari ke Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi awan mendung/cuaca buruk. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi awan mendung/cuaca buruk. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi dan Geofisika Hary Tirto Djatmiko meminta masyarakat Jabodetabek untuk waspada. Alasannya,  hujan dengan intensitas lebat diperkirakan terjadi pada Senin hingga Rabu ini.

    "Dari perkembangan kondisi dinamika atmosfer terdapat indikasi hujan lebat pada Senin sore dan akan semakin lebat pada Selasa dini hari hingga pagi. Demikian juga pada Rabu, potensi hujan masih cukup tinggi," ujar Hary dalam keterangan tertulisnya pada Ahad, 14 Februari 2016.

    Sejak hari ini, kata Hary, intensitas hujan di wilayah selatan Jabodetabek meningkat. Dalam beberapa hari ke depan, menurut dia, akumulasi curah hujan juga akan semakin tinggi. "Kondisi ini terindikasi dari beberapa skala indikator aktifitas atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia," katanya.

    Tak hanya di Jabodetabek, hujan lebat juga berpotensi terjadi di beberapa provinsi lainnya dalam beberapa minggu ke depan. Menurut Hary, hujan lebat akan terjadi di Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. "Bali dan Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat dan Tengah, serta Papua bagian selatan juga berpotensi hujan lebat," ujarnya.

    Hary pun menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah dataran tinggi ataupun pegunungan untuk mengantisipasi kejadian banjir bandang dan tanah longsor. "Serta wilayah-wilayah lain yang relatif mudah terjadi bencana banjir agar dapat menyiapkan lingkungannya untuk mengurangi dampak bencana yang mungkin terjadi," ujar Hary.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.