Korban Banjir Riau Mulai Terserang Penyakit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga memadati lokasi jalan masuk ke desa yang terendam banjir luapan Sungai Kampar di Desa Buluhcina, Kabupaten Kampar, Riau, 12 Februari 2016. Banjir tersebut merendam puluhan ribu rumah warga di tiga kabupaten di Riau. ANTARA FOTO

    Sejumlah warga memadati lokasi jalan masuk ke desa yang terendam banjir luapan Sungai Kampar di Desa Buluhcina, Kabupaten Kampar, Riau, 12 Februari 2016. Banjir tersebut merendam puluhan ribu rumah warga di tiga kabupaten di Riau. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Dinas Kesehatan Riau melaporkan warga korban banjir mulai terserang berbagai penyakit karena minimnya persediaan air bersih di daerah terdampak banjir. "Warga rentan terserang diare dan gatal-gatal," kata Kepala Dinas Kesehtan Riau, Andra Sjafril, Ahad, 14 Februari 2016.

    Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Riau, di Rokan Hulu ditemukan 8 kasus warga terserang diare, 25 kasus menderita infeksi saluran pernafasan, dan 7 kasus penyakit kulit. Sedangkan di Kuantan Singingi penderita penyakit kulit mencapai 182 jiwa dan sebanyak 53 jiwa mengalami diare.

    Andra memprediksi jumlah penderita diduga bakal terus bertambah mengingat bencana banjir terus meluas ke Pelalawan dan Indragiri Hulu. "Untuk Kampar belum terdata," kata Andra.

    Menurut Andra, Dinas Kesehatan telah berkoordinsi dengan Badan Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan untuk melakukan antisipasi penyakit pasca banjir. Petugas kesehatan telah disiagakan di sejumlah posko bencana banjir.

    Selain itu, Andra mengaku Dinas Kesehatan telah menyalurkan bantuan obat-obatan dan kebutuhan ibu hamil dan menyusui korban banjir. "Kami sudah salurkan makanan pendamping air susu ibu dan ibu hamil serta obat-obatan," ujar dia.

    Selain bantuan makanan bayi, para pegawai Dinas Kesehatan secara pribadi telah melakukan penggalangan dana untuk bantuan susu dan perlengkapan bayi. "Jika sudah terkumpul, kami akan segera salurkan," katanya.

    Bencana banjir secara serentak melanda tiga kabupaten di Riau. Ratusan desa terendam sehingga menyebabkan ribuan warga mengungsi. Di Kampar, setidaknya 35.116 kepala keluarga dari 241 desa di 14 Kecamatan menjadi korban banjir. Dua warga dilaporkan tewas terbawa arus banjir.

    Sementara di Rokan Hulu, tercatat 6.794 kepala keluarga terdampak banjir yang melanda 7 kecamatan. Lima jembatan dilaporkan runtuh akibat diterjang banjir. Sedangkan di Kuantan Singingi banjir merendam 11 kecamatan yang dihuni 12.457 kepala keluarga. Belakangan banjir mulai merendam Pelalawan dan Indragiri Hulu.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga