Gempa Guncang Sumba Barat, Puluhan Fasilitas Umum Retak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gempa Bumi 4,8 SR di Dataran Tinggi Dieng menyebabkan 108 rumah rusak berat dan 84 rumah rusak ringan(20/4). Tidak ada korban jiwa dalam gempa itu. Tempo/Aris Andrianto

    Gempa Bumi 4,8 SR di Dataran Tinggi Dieng menyebabkan 108 rumah rusak berat dan 84 rumah rusak ringan(20/4). Tidak ada korban jiwa dalam gempa itu. Tempo/Aris Andrianto

    TEMPO.CO, Kupang - Gempa berkekuatan 6,6 Skala Richter  yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 12 Februari 2016  menyebabkan puluhan fasilitas umum di daerah itu mengalami keretakan.

    "Ada puluhan kantor yang dilaporkan mengalami keretakan akibat guncangan gempa itu," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah  Sumba Barat Viktor Umbu kepada Tempo, Sabtu, 13 Februari 2016.

    Gedung yang mengalami keretakan, kata dia, di antaranya adalah kantor Bupati Sumba Barat, rumah sakit umum daerah, rumah sakit swasta, Markas Kepolisian Resor Sumba Barat dan sejumlah sekolah. "Kami telah melakukan pendataan, terjadi keretakan di sejumlah fasilitas umum," katanya.

    Selain fasilitas umum sejumlah rumah warga juga  mengalami kerusakan. Satu di antaranya sampai roboh bagian belakangnya karena guncangan gempa yang sangat kuat. "Hanya satu rumah yang bagian belakangnya roboh," ucap dia.

    Menurut Viktor pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan TNI- Polri untuk mendata lagi rumah- rumah warga yang rusak. "Sejauh ini belum ada warga yang mengungsi," katanya.

    Pusat gempa berkekuatan 6,6 SR tersebut berada di Kecamatan Lamboya, atau bagian barat daya Sumba Barat. Viktor menambahkan pihaknya memantau keadaan pascagempa bersama tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

    Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatokogi dan Geofisika Kupang, gempa berkekuatan 6,6 Skala Richter itu terjadi di  9.77 lintang selatan (LS), 119.34 bujur timur (BJ) di 14 kilometer Barat Daya, Sumba Barat di kedalaman 10 kilometer.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.