Diduga Teroris, 2 Pedagang Kebab Ditangkap di Karawang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tim Densus 88 melakukan penggerebekan dan penangkapan teroris di salah satu rumah kontrakan di Kampung Batu Rengat, Bandung, Rabu (8/5). Tim Densus 88 bersama tim gabungan lainnya menggerebek sebuah kontrakan yang di dalamnya terdapat empat teroris yang juga menyandera dua anak. ANTARA/Fahrul Jayadiputra

    Anggota tim Densus 88 melakukan penggerebekan dan penangkapan teroris di salah satu rumah kontrakan di Kampung Batu Rengat, Bandung, Rabu (8/5). Tim Densus 88 bersama tim gabungan lainnya menggerebek sebuah kontrakan yang di dalamnya terdapat empat teroris yang juga menyandera dua anak. ANTARA/Fahrul Jayadiputra

    TEMPO.CO, Karawang - Detasemen Khusus 88 Antiteror menggeledah dua rumah di Perumahan Bumi Indah Pesona Mahkota, Cikampek Barat, Kabupaten Karawang pada Sabtu, 13 Februari 2016. Dudin, seorang pemilik rumah itu mengatakan, sudah tiga bulan dua orang pria pedagang kebab mengontrak rumah miliknya yang  terletak di Blok DA. RT 01, RW 06, Dusun Jatirasa.

    Dudin mengatakan, dua orang itu adalah seorang pria asal Lampung bernama Jefri, 29 tahun, dan seorang remaja asal Cirebon bernama Lutfi Rizki Ramadan, 18 tahun. "Sehari - hari, mereka berjualan kebab di depan minimarket Desa Pucung, Kota Baru," ujar Dudin, saat ditemui awak media, usai penggeledahan itu.

    Dalam penggeledahan di dua rumah itu, 100 petugas terdiri dari Densus 88 anti teror dan bantuan dari Polda Jabar dan Pokres Karawang memeriksa rumah nomor 3 dan nomor 7 di Blok DA, Perumahan Bumi Indah Pesona Mahkota. Berlangsung sejak pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB, petugas menggeledah 8 kamar yang ditempati Jefri dan Lutfi.

    Dalam penggeledahan itu, petugas menyita ponsel pintar, sim card, dokumen - dokumen dan selebaran propaganda teror. Kepala Polres Karawang, Ajun Komisaris Besar Andy Mochammad Dicky Pastika Gading mengatakan, penggerebekan di Karawang merupakan rangkaian dari penggerebekan teroris di Sumedang, Ciamis dan Banjar.

    "Dari rangkaian penangkapan ini, 5 orang terduga teroris sudah ditangkap," ujar Dicky, kepada awak media usai penggeledahan itu.

    Dicky mengatakan, dengan ditangkapnya 5 teroris itu, polisi telah berhasil menggagalkan rencana aksi teror yang menyasar TNI dan Polri. "Aktor utama yang berencana melakukan teror itu tidak ditangkap di Karawang, namun dia pernah singgah di Karawang, di rumah yang tadi," ungkap Dicky.

    Rumah yang dikontrak Jefri dan Lutfi memiliki 8 kamar. Euis, isteri ketua RT setempat mengaku pernah melihat benerapa pria yang mendatangi rumah itu. "Suka ada yang datang ke rumah itu, kalau Jumatan, mereka memakai celana setengah," kata Euis saat ditemui wartawan ketika penggeledahan berlangsung.

    Euis mengatakan sebenarnya Jefri dan Lutfi telah ditangkap Jumat malam. Tepat pukul 22.00 WIB, ia melihat petugas bersenjata menggiring Jefri dan Ali ke dalam mobil. "Namun petugas bilang nggak boleh cerita sama siapapun," kata Euis.

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.