Ribuan Korban Banjir Kampar Butuh Pakaian dan Selimut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengevakuasi sepeda motor menggunakan perahu kayu saat terjadi banjir di Desa Buluhcina, Kampar, Riau, 19 Januari 2016. ANTARA FOTO

    Warga mengevakuasi sepeda motor menggunakan perahu kayu saat terjadi banjir di Desa Buluhcina, Kampar, Riau, 19 Januari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Bencana banjir, yang melanda Kabupaten Kampar, Riau, terus meluas. Hingga hari ini, sebanyak 14 Kecamatan yang dihuni lebih dari 133.070 warga di daerah itu masih terendam banjir akibat luapan suangai kampar.

    Ribuan warga Kampar mengharapkan bantuan pakaian dan selimut. "Saat ini warga sangat membutuhkan perlengkapan sandang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kampar, Santoso, kepada Tempo, Jumat, 12 Februari 2016.

    Santoso menyebutkan kebanyakan warga tidak sempat menyelamatkan pakaian dan perlengkapan lainnya saat banjir tiba. Alhasil, warga hanya mengenakan baju sehelai di badan sejak sepekan ini. "Yang kasihan itu anak-anak dan perempuan," kata dia.

    Menurut Santoso, warga sangat mengharapkan bantuan berupa pakaian, selimut, perlengkapan bayi dan pembalut wanita. "Selama ini kita fokus untuk makanan dan logistik, tapi kita lupa kebutuhan sandang yang sangat mereka butuhkan," kata dia.

    Untuk itu, Santoso berharap kalangan perusahaan dan instansi di Riau dapat memberikan bantuan kebutuhan sandang bagi pengungsi banjir.

    Menurut Santoso,  persediaan makanan dan logistik hingga kini masih terpenuhi. Bantuan makanan terus berdatangan dari lembaga yang peduli. Dinas Sosial telah menyediakan 100 ton beras untuk korban banjir. "Saat ini yang dibutuhkan warga pakaian dan selimut," kata dia.

    BPBD Kampar mencatat kurang lebih 133.070 jiwa warga Kampar terdampak banjir di 14 kecamatan. Dua warga dilaporkan tewas akibat terbawa arus banjir. Banjir turut merusak fasilitas umum dan satu jembatan. Belum diketahui berapa jumlah kerugian warga.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.