Soal Foto Pria Papua Dianiaya, Ini Kata Kapolda Papua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Papua yang baru, Brigjen Paulus Waterpauw, usai menjalani upacara Sarah Terima Jabatan (Sertijab) di Mabes Polri, Jakarta, 31 Juli 2015. TEMPO/Subekti

    Kapolda Papua yang baru, Brigjen Paulus Waterpauw, usai menjalani upacara Sarah Terima Jabatan (Sertijab) di Mabes Polri, Jakarta, 31 Juli 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jayapura - Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan pria yang ditelanjangi dan ditendang dan dililit tali oleh polisi adalah Yusuph Aleksander Waita, umur 24 tahun. Dia adalah tersangka  pelaku pemerkosaaan anak usia 9 tahun. Korban adalah siswa kelas 4 Sekolah Dasar.

    Paulus menegaskan warga yang menelanjangi Yusuph di lapangan. "Dia ditangkap warga, lalu dianiaya dan ditelanjangi," ujar Paulus melalui pesan pendeknya kepada Tempo.

    Ketika diserahkan pada polisi, Yusuph sempat menolak dibawa ke kantor polisi dan melakukan perlawanan saat mau dinaikkan ke mobil patroli polisi.

    Paulus sendiri menyesalkan foto-foto tentang penangkapan tersangka pemerkosa itu diunggah ke media sosial."Seakan-akan polisi yang menganiaya pelaku," ujarnya.

    Paulus mengaku telah memerintahkan Kepala bidang Profesi dan Pengamanan untuk turun ke Timika dan menangani kasus ini.

    Baca juga: Foto Pria Papua Telanjang, Dianiaya dan Diikat Polisi Beredar di Media Sosial

    Sampai kini tanggapan atas foto-foto seorang pria Papua telanjang sedang digiring aparat polisi, masih terus mengalir. Banyak pro dan kontra seputar tindakan polisi pada tersangka pelaku pemerkosaan ini.

    Di foto yang disebar di Facebook,  tubuh pria Papua yang telanjang itu tampak  dililit tali  dan ujung tali dipegang seorang pria berpakaian polisi. Pria satunya lagi, juga mengenakan pakaian polisi, menendang tubuh bagian belakang pria Papua itu. Dari bibir dan hidung pria telanjang itu bercucuran darah.

    LARISSA | MARIA RITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.