Ribuan Korban Banjir Lima Puluh Kota Butuh Makan dan Pakaian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga korban banjir bandang mengungsi di Jorong Kampuang Padang Paraman Dareh, Nagari Air Manggis, Lubuak Sikapiang, Pasaman, Sumatera Barat, 16 Desember 2015. Menurut data dari TNI sebanyak 27 unit rumah rusak, tiga diantaranya rusak berat, puluhan hektar sawah rusak, serta sejumlah ternak terseret arus banjir bandang yang terjadi pada Selasa (15/12) sore. ANTARA/Muhammad arif Pribadi

    Warga korban banjir bandang mengungsi di Jorong Kampuang Padang Paraman Dareh, Nagari Air Manggis, Lubuak Sikapiang, Pasaman, Sumatera Barat, 16 Desember 2015. Menurut data dari TNI sebanyak 27 unit rumah rusak, tiga diantaranya rusak berat, puluhan hektar sawah rusak, serta sejumlah ternak terseret arus banjir bandang yang terjadi pada Selasa (15/12) sore. ANTARA/Muhammad arif Pribadi

    TEMPO.CO, Padang—Sebanyak 5.953 korban banjir di Kecamatan Pangakalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat membutuhkan bantuan makanan, pakaian dan air bersih. Para korban yang sebelumnya mengungsi  sudah kembali ke rumahnya masing-masing namun tidak memiliki semua keperluan itu akibat terkena banjir pada Minggu, 7 Februari 2016.

    Camat Pangkalan Koto Baru Andri Yasmen mengatakan banjir Minggu lalu disebabkan oleh meluapnya air  empat sungai di Pangkalan Koto Baru, yaitu Batang Maek, Batang Kasok, Batang Samo, dan Batang Mangilang.

    Luapan air sungai akibat curah hujan yang tinggi dengan cepat merendam rumah-rumah warga hingga setinggi 4 meter hanya dalam waktu 4 jam.  Karena datangnya banjir begitu cepat, warga tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya.

    “Bahkan malam itu banyak warga kami evakuasi menggunakan perahu. Mereka sedang berada di atas bumbungan rumah yang sengaja dijebol unuk menyelamatkan diri,” kata Andri Yasmen, Jumat, 12 Februari 2016.

    Menurutnya, setelah pulang dari pengungsian warga membersihkan rumah dan peralatan yang digenangi lumpur dengan ketebalan 10 sentimeter. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta sukarelawan  dikerahkan membantu membersihkan fasilitas umum dari lumpur dengan menyemprotkan air dari dua tangki mobil pemadam kebakaran.

    “Warga juga sangat membutuhkan pakaian, selimut, pembalut, pakaian dalam. Juga peralatan rumah tangga, dan terutama sembako,” ucapnya.

    Warga korban banjir, kata Andri, sudah mendapatkan bantuan makanan, pakaian, selimut, dan layanan kesehatan dari posko kesehatan darurat. Selain dari BPBD provinsi dan kabupaten, bantuan juga datang dari berbagai instansi, organisasi, dan masyarakat. "Tapi masih kurang, karena korbannya banyak sekali,” kata Andri.

    Di tiap jorong (dusun) di dua nagari yang terdampak banjir sudah didirikan dapur umum untuk melayani kebutuhan makanan para korban. Petugas juga mendirikan tenda darurat untuk layanan kesehatan karena puskesmas yang ada belum berfungsi. Padahal, warga mulai diserang penyakit gatal-gatal akibat terpapar air kotor.

    FEBRIANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.