Kasus Novanto, Jaksa Agung Belum Pastikan Naik ke Penyidikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setya Novanto dihadang awak media usai menjalani pemeriksaan terkait kasus rekaman PT Freeport Indonesia di Kejaksaan Agung, Jakarta, 4 Februari 2016. Setya Novanta dimintai keterangan sejak pukul 8 pagi dengan 36 pertanyaan oleh penyidik. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Setya Novanto dihadang awak media usai menjalani pemeriksaan terkait kasus rekaman PT Freeport Indonesia di Kejaksaan Agung, Jakarta, 4 Februari 2016. Setya Novanta dimintai keterangan sejak pukul 8 pagi dengan 36 pertanyaan oleh penyidik. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo belum memastikan akan menaikkan status kasus "Papa Minta Saham" ke penyidikan. Menurut dia, proses penyelidikan kasus yang menyeret mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto itu masih membutuhkan waktu panjang.

    "Kami akan mengevaluasi keterangan Novanto. Prosesnya masih panjang, tidak semudah itu," kata dia kepada wartawan di kantornya, Kamis, 11, Februari 2016.

    Tim penyelidik Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah memeriksa Novanto sebanyak tiga kali. Saat ditanya apakah keterangan Novanto memberi titik terang, Prasetyo belum dapat memastikannya. "Saya belum tahu, belum dapat laporan dari tim," ujarnya.

    Selain keterangan Novanto, Prasetyo tak menutup kemungkinan untuk menemukan bukti baru. Misalnya, keterangan taipan Riza Chalid yang juga terlibat pertemuan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, pada 8 Juni 2015.

    Dia menegaskan kejaksaan tak akan menyerah memanggil Riza untuk dimintai keterangan. Selama ini, kejaksaan telah mengundang Riza lebih dari tiga kali. Namun, Riza yang diperkirakan berada di luar negeri tak pernah memenuhi undangan tersebut. "Kami tidak akan menyerah. Kami akan panggil terus," ujarnya.

    Dalam rekaman pembicaraan yang diperoleh Kejaksaan, Novanto terlibat pertemuan bersama mantan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan Riza Chalid. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, diduga Novanto menjadi inisiator pertemuan yang berlangsung di Hotel Ritz-Carlton sebanyak dua kali. Sedangkan, Riza sebagai penyokong dana seluruh fasilitas pertemuan tersebut.

    Kejaksaan pun telah mengantongi sejumlah bukti yang menguatkan adanya pertemuan tersebut. Di antaranya rekaman CCTV Hotel Ritz Carlton, bukti pembayaran kamar dan ruang rapat di hotel, bukti pembayaran pemesanan makanan, serta keterangan beberapa saksi.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.