AirNav Bantah Garuda dan Lion Hampir Tabrakan di Langit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Lion Air dan Garuda Indonesia. ANTARA/Eric Ireng

    Pesawat Lion Air dan Garuda Indonesia. ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Operasi AirNav Wisnu Darjono membantah hampir terjadi tabrakan antara pesawat Garuda dengan Lion Air di langit Bali pada Rabu, 10 Februari 2016. “Tidak benar kabar tabrakan tersebut,” katanya saat dihubungi pada Kamis, 11 Februari 2016.

    Wisnu mengatakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 340 dari Surabaya serta Lion Air JT 960 dari Bandung sedang berputar menunggu giliran mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali. Menurut Wisnu, pesawat tertahan di Bali saat itu disebabkan oleh cuaca buruk. “Kombinasi antara hujan dan awan yang mengganggu jarak pandang atau visibility,” katanya.
    Wisnu mengatakan saat itu ada 22 pesawat lain yang holding. “Di satu tempat ada sekitar lima pesawat yang holding, termasuk Garuda dan Lion,” katanya.

    Garuda dan Lion berputar di udara dengan jarak sekitar 1.000 kaki satu sama lain. Garuda berada di ketinggian 17 ribu kaki sedangkan Lion Air berada di ketinggian 16 ribu kaki. Garuda berputar ke arah kanan sementara Lion ke arah sebaliknya.

    Wisnu mengatakan pergerakan kedua pesawat bisa dilihat melalui Flightradar24.com. Di sana bisa terlihat bahwa di titik tertentu, terlihat kedua pesawat seolah akan bertabrakan karena putaran berbeda yang dilakukan saat holding. Namun ia memastikan pesawat tersebut berada dalam jarak aman karena ada pemisah sebesar 1.000 kaki.

    Wisnu mengatakan jarak 1.000 kaki merupakan jarak minimal sesuai standar internasional. Aturan tersebut diatur dalam Doc 4444 yang dikeluarkan International Civil Aviation Organization (ICOA). Meski begitu, ia mengatakan jarak tersebut masih aman. “Dalam prakteknya masih ada toleransi hingga plus minus 300 kaki,” kata Wisnu.

    Lion Air kemudian mendarat di Bandara Ngurah Rai. Namun Garuda terbang ke Surabaya terlebih dahulu sebelum mendarat di Bali. “Garuda ke Surabaya dulu karena cuaca buruk,” katanya.
    Wisnu mengatakan holding sangat lazim terjadi. Holding bisa disebabkan oleh cuaca buruk atau banyaknya pesawat yang ingin mendarat di sebuah bandara.

    Terkait dengan peristiwa tersebut, Wisnu mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi. “Kami akan meneliti lagi barang kali ada yang perlu di evaluasi,” katanya. Namun ia memastikan bahwa Garuda dan Lion Air sudah terbang sesuai standar.

    Kepala Humas Lion Group Andy Salihin mengaku belum mendapatkan informasi mengenai kabar pesawatnya yang disebut hampir tabrakan. “Sampai saat ini saya belum dapat informasi terkait hal itu,” katanya saat dihubungi.

    Sementara itu pihak Garuda belum memberikan konfirmasi terkait kabar ini. “Bisa ditanyakan ke Airnav atau Angkasa Pura karena pengaturan udara ada di mereka,” kata Kepala Humas Garuda Benny S. Butarbutar melalui pesan singkat.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.