Garuda Hindari Insiden di Langit Bali Angkut 80 Penumpang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas inspeksi dari Dinas Perhubungan Udara berjalan menuju pesawat saat pemeriksaan kelayakan jelang Hari Raya Idul Fitri 1436 H di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, 4 Juli 2015. Pemeriksaan digelar guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang. TEMPO/Johannes P. Christo

    Petugas inspeksi dari Dinas Perhubungan Udara berjalan menuju pesawat saat pemeriksaan kelayakan jelang Hari Raya Idul Fitri 1436 H di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, 4 Juli 2015. Pemeriksaan digelar guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 340 tujuan Surabaya-Denpasar benar diminta kembali ke Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya dalam penerbangannya pada Rabu 10 Februari 2016. Pesawat yang mengangkut 80 penumpang itu dikabarkan nyaris tabrakan di langit di atas Bandara Internasional Ngurah Rai dengan pesawat Lion Air JT 960 Bandung-Denpasar.

    Keterangan kronologis penerbangan Garuda kembali ke Juanda itu diungkap Kepala Humas PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Juanda, Liza Anindya, Kamis 11 Februari 2016. Dia membenarkan bahwa pesawat Garuda GA 340 jurusan Surabaya-Denpasar itu sempat kembali ke Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya setelah beberapa saat akan mendarat di Bandara Ngurah Rai.

    "Dari informasi yang kami terima, memang benar kemarin ada pesawat Garuda tujuan Surabaya- Denpasar yang kembali ke Bandara Juanda," kata Liza saat dihubungi Tempo, Kamis, 11 Februari 2016.

    Liza menyebut pesawat itu berangkat dari Juanda pada Pukul 14.24 WIB. Menurutnya, pesawat itu diminta kembali lantaran cuaca buruk terjadi di atas langit Bandara Ngurah Rai. "Jarak pandang tidak memungkinkan mendarat karena itu disarankan kembali," kata dia.

    Meski begitu, lanjut Liza, pesawat segera diberangkatkan kembali ke Denpasar dan mendarat dengan keadaan selamat. "Untuk pukul berapa pesawat diberangkatan lagi dan kronologisnya seperti apa, masih kami kumpulkan datanya," kata Liza sembari mengaku baru mengetahui kabar sangkaan insiden tersebut.

    Secara terpisah Kepala Operasi AirNav, lembaga penyelenggara layanan navigasi penerbangan, Wisnu Darjono, membantah  pesawat Garuda nyaris tabrakan dengan Lion Air di langit Bali pada Rabu, 10 Februari 2016. Yang terjadi, menurut dia, kedua pesawat sedang berputar menunggu giliran mendarat di Bandara Ngurah Rai.

    Keduanya holding di Bali saat itu disebabkan oleh cuaca buruk. “Di satu tempat ada sekitar lima pesawat yang holding, termasuk Garuda dan Lion,” katanya.

    Dia juga menyatakan bahwa Garuda dan Lion berputar di udara dengan selisih ketinggian terbang sekitar 1.000 kaki satu sama lain. Garuda berada di ketinggian 17 ribu kaki sedangkan Lion Air berada di ketinggian 16 ribu kaki. Garuda berputar ke arah kanan sementara Lion ke arah sebaliknya.

    Wisnu mengatakan pergerakan kedua pesawat bisa dilihat melalui radar 24. Di sana bisa terlihat bahwa di titik tertentu, terlihat kedua pesawat seolah akan bertabrakan karena putaran berbeda yang dilakukan saat holding. Namun ia memastikan pesawat tersebut berada dalam jarak aman.

    Lion Air kemudian mendarat di Bandara Ngurah Rai. Namun Garuda terbang ke Surabaya terlebih dahulu sebelum terbang kembali dan mendarat di Bali. “Garuda ke Surabaya dulu karena cuaca buruk,” katanya.

    NUR HADI | VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.